Menristekdikti Sebut tak Perlu Aturan Baru Halau Radikalisme di Kampus

Octavianus Dwi Sutrisno 05 Juni 2018 18:46 WIB
Radikalisme di Kampus
Menristekdikti Sebut tak Perlu Aturan Baru Halau Radikalisme di Kampus
Menristekdikti Mohammad Nasir di Jakarta, MI - Adam Dwi
Depok: Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir menegaskan tak perlu aturan baru untuk mengatasi radikalisme di wilayah kampus. Yang penting, kata Nasir, rektor mampu mengawasi kegiatan di kampus secara tegas, jelas, dan terukur.

"Yang penting harus dicamkan, dasar negara adalah Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika," kata Nasir usai peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok, Jawa Barat, Selasa, 5 Juni 2018.

Rektor, lanjut Nasir, perlu bertindak bila menemukan indikasi radikalisme. Menurut Nasir, pergerakan radikalisme dibawa orang dari luar kampus, seperti alumnus. Mereka menyusup lalu menanamkan paham radikalisme ke kampus.


Nasir menjelaskan memiliki database bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Melalui kerja sama itu, Kemenristekdikti memantau kegiatan rektor beserta perangkatnya dan mahasiswa. Termasuk, aktivitas di sosial media.

"Yang ada indikasi mencurigakan nanti bisa dipantau. Kan tidak semuanya. Hanya yang terindikasi saja yang dipantau. Nanti kami juga akan lakukan pendekatan pendekatan agar mereka yang terpapar radikalisme bisa terbebas dari hal tersebut," paparnya.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id