Warga Ragu Divaksin walau Imunisasi DPT Gratis
Seorang siswa SMP mendapatkan imunisasi. Foto: Antara/M Iqbal
Bandung: Kesadaran warga akan pentingnya imunisasi DPT (difteri, pertutis, tetanus) sejak dini masih rendah di beberapa daerah. Akhirnya mereka rentan terserang wabah difteri.

Tak jarang warga ragu untuk diimunisasi walau biaya vaksin DPT ditanggung negara. Dengan berbagai alasan.

"Mulai mempertimbangkan halal dan haram, sampai dampak dari imunisasi akan menimbulkan meriang," ujar Kepala seksi Surveilan dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Jawa Barat dr Yus Ruseno, di Kantor Dinkes Jabar, Bandung, Kamis, 7 Desember 2017


Imunisasi DPT ini diwajibkan bagi bayi hingga anak SD. Vaksinasi dilakukan secara bertahap. Namun, tak jarang warga tak tahu atau malas mengimunisasi sesuai aturan anak karena alasan 'sudah pernah'.

"Diwajibkan melakukan imunisasi sejak balita di bawah 11 bulan sebanyak 3x, begitu usia 18 bulan di suntik lagi, yang terkena wabah difteri itu  yang diimunisasinya tidak penuh hanya satu kali atau dua kali," Ujarnya

Sosialisasi Program Imunisasi telah di lakukan di 5.000 posyandu yang tersebar di Jawa Barat. Seluruh elemen masyarakat dilibatkan, mulai kader Posyandu, PKK, aparat desa, hingga petugas kesehatan.

Sepanjang 2017, terjadi 123 kasus difteri. Hingga 6 Desember 2017, sebanyak 13 di antaranya meninggal dunia.



(SUR)