Lima Kasus Difteri Terjadi di Cirebon Sepanjang 2017
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni. Foto: Medcom.id/Ahmad Rofahan
Cirebon: Provinsi Jawa Barat ditetapkan sebagai salah satu provinsi dengan kejadian luar biasa (KLB) difteri pada 2017. Salah satunya, Kabupaten Cirebon yang mencatat lima kasus difteri dan menyebabkan satu orang meninggal.

"Kejadian yang meninggal, pada bulan juni lalu," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni di Cirebon, Kamis 7 Desember 2017.

Pada tahun 2017, ada empat wilayah yang warganya terkena difteri, yaitu Kecamatan Astanajapura, Sindanglaut, Pangenan dan Waruroyom. Sedangkan korban yang meninggal dunia berasal dari Waruroyom.


"Yang meninggal umurnya 16 tahun, sedangkan lainnya diatas 17 tahun," kata Eni.

Untuk mengantisipasi adanya warga yang kembali terkena difteri, Eni sudah mengintruksikan kepada jajarannya untuk menyukseskan program imunisasi. Ia juga sudah menetapkan SOP Puskesmas agar segera melaporkan ke Dinas Kesehatan jika ada pasien yang memiliki gejala seperti difteri.

"Karena kita harus tangani segera," kata Eni.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Waled Kabupaten Cirebon, Budi Soenjaya menuturkan, pihaknya sudah memiliki ruangan khusus isolasi. Namun hingga saat ini, belum ada pasien terpapar difteri yang dibawa ke Rumah Sakit Waled.

"Kita ada ruangannya, tapi belum ada pasien difteri yang dibawa kesini," kata Budi.

Menurut Budi, penanganan penyakit difteri memang harus segera dilakukan. Selain itu, pasien juga tidak boleh berinteraksi secara langsung dengan yang lainnya.

"Karena penularannya sangat mudah," kata Budi.

 



(SUR)