Sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bekasi disebut menerima gratifikasi proyek perizinan pembangunan Meikarta.
Sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bekasi disebut menerima gratifikasi proyek perizinan pembangunan Meikarta. (P Aditya Prakasa)

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Pelesir dari Uang Suap Meikarta

meikarta
P Aditya Prakasa • 14 Januari 2019 16:56
Bandung: Sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bekasi disebut menerima gratifikasi proyek perizinan pembangunan Meikarta. Hal itu terungkap saat Jaksa KPK memeriksa eks Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin di Pengadilan Tipikor, Bandung, Senin 14 Januari 2019.

Jaksa KPK I Wayan Riana menanyakan kepada Neneng mengenai Pemerintah Bekasi (Pemkab) dan Anggota DPRD Bekasi yang akan membahas revisi Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten Bekasi. Neneng menjawab, bahwa beberapa Anggota DPRD telah meminta fasilitas perjalanan ke Thailand.

"Saya dikabari Neneng Rahmi selaku Kabid Tata Ruang dari Dinas PUPR‎ bahwa akan ada rapat paripurna DPRD soal revisi RDTR yang salah satunya, mengubah fungsi kawasan industri ke permukiman," ucap Neneng. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Kemudian Jaksa menanyakan apakah ada pemberian uang ke anggota DPRD terkait pembahasan perubahan RDTR tersebut. Neneng mengakui mendengar ada pemberian uang kepada anggota DPRD Kabupaten Bekasi.

‎"Laporan dari Neneng ada pemberian uang. Saya juga dilapori oleh Neneng Rahmi bahwa dia sudah memfasilitasi Anggota DPRD Bekasi untuk jalan-jalan ke Thailand, biayanya dari Meikarta," ujar Neneng. 

Namun, Neneng mengaku tidak mengetahui jelas nominal uang yang diberikan kepada anggota DPRD Kabupaten Bekasi. Dia pun tak mengetahui jelas berapa jumlah anggota DPRD yang menerima uang tersebut.

"Untuk jumlahnya saya tidak tahu," kata Neneng.

Pada sidang dugaan suap perizinan pembangunan Meikarta kali ini, Jaksa Penuntut Umum KPK menghadirkan sejumlah saksi selain Neneng, yakni E Yusuf Taufik sebagai Kabiro Tata Ruang Pemda Bekasi, Bartholomeus Toto, Edi Dwi Soesanto, dan Satriadi dari PT Mahkota Citra Sentosa, perusahaan pengembang Meikarta.

Para saksi ini akan memberikan keterangannya di persidangan untuk empat terdakwa, Billy Sindoro, Fitradjadja Purnama, Taryudi, dan Henry Jasmen





(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi