Bos First Travel Divonis 20 Tahun
Direktur Utama First Travel Andika Surachman (kiri), Direktur Anniesa Hasibuan (kedua kanan). (ANT/Indrianto Eko Suwarso)
Depok: Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, menjatuhkan vonis 20 tahun penjara untuk bos First Travel Andika Surachman dan 18 tahun penjara untuk Annisa Hasibuan. Keduanya terbukti secara sah melakukan penipuan perjalanan umrah dan mencuci uang setoran umrah. 

Vonis yang diterima Andika sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sedangkan vonis yang diterima Annisa lebih ringan dua tahun dari tuntuntan JPU yakni 20 tahun. 

"Menyatakan terdakwa Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana bersama sama melakukan penipuan dan pencucian uang sebagai perbuatan berlanjut," kata Ketua Majelis Hakim Soebandi membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Depok, Jalan Boulevard Nomor 7, Cilodong, Depok, Rabu 30 Mei 2018.


Soebandi memaparkan, bos First Travel telah menawarkan paket umrah promo seharga Rp14,3 juta pada Juni 2015. Para calon jemaah umrah yang mendaftar paket promo, dijanjikan berangkat mulai November 2016- Mei 2017. Tapi, di persidangan para terdakwa menyadari paket umrah murah tidak bakal cukup membiayai paket perjalanan seperti yang ditawarkan. 

"Namun para terdakwa tetap menawarkan paket umrah tersebut kepada para calon jemaah sehingga berhasil mendapatkan dan menarik calon jemaah mendaftar dan telah membayar," sambung hakim.

Lebih lanjut, uang setoran jemaah saja tidak cukup untuk memberangkatkan satu orang pendaftar paket umrah murah. Karena First Travel harus menggaji karyawan dan tagihan vendor. Namun, para terdakwa tetap mempromosikan paket umrah murah melalui media sosial dan menggunakan jasa artis, agen, hingga membuka kantor cabang bahkan penjualan franchise First Travel ke beberapa perusahaan hingga membuat calon jemaah percaya dan mendaftarkan diri kemudian me,bayarkan uang ke beberapa rekening bank. 

Hakim menyebut jumlah calon jemaah yang mendaftar pada Januari 2015-Juni 2017 sebanyak 93.295 orang. Total setoran uang pembayaran para jemaah mencapai Rp 1,319 triliun.

Namun kenyataannya, sejak November 2016-Juni 2017, jumlah jemaah umrah yang diberangkatkan First Travel hanya 29.985 orang. Sedangkan sisanya, 63.310 orang yang sudah membayar lunas dengan jadwal pemberangkatan November 2016 hingga Mei 2017 tidak diberangkatkan.

Andika dan Anniesa terbukti bersalah melakukan tindak pidana yang hukumannya diatur dalam Pasal 378 KUHP pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Sedangkan dalam perkara pencucian uang, Andika dan Anniesa terbukti melakukan pidana yang ancaman hukumannya diatur pada Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPU jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.



(LDS)