Petugas mengevakuasi mini bus berpenumpang puluhan wisatawan yang masuk jurang di Tanjakan Letter S, Kampung Bantarselang, Kecamatan Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat. Antara/Budiyanto
Petugas mengevakuasi mini bus berpenumpang puluhan wisatawan yang masuk jurang di Tanjakan Letter S, Kampung Bantarselang, Kecamatan Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat. Antara/Budiyanto ()

Sopir Tembak Bus Maut di Sukabumi Terancam 12 Tahun Penjara

kecelakaan bus
13 September 2018 18:04
Sukabumi: Pengemudi yang merupakan "sopir tembak" bus maut yang masuk ke jurang sedalam 30 meter di Kampung Bantar Selang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yakni Muhammad Adam, 26,  terancam hukuman penjara selama 12 tahun.
 
"Kami masih mengembangkan kasus ini untuk mengungkap kecelakaan maut di Desa/Kecamatan Cikidang yang mengakibatkan 21 orang tewas dan 17 lainnya luka-luka serta untuk tersangka sudah ditetapkan yakni kernet yang merupakan sopir tembak bus maut itu," kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi di Sukabumi, Kamis, 13 September 2018.
 
Nasriadi mengatakan, Adam tersebut dijerat dengan Pasal 310 UU Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang ancaman hukumannya maksimal 6 tahun kurangan penjara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Sopir Tembak Bus Maut di Sukabumi jadi Tersangka
 
Tetapi jika dalam pemeriksaan lanjutan ada temuan faktor kesengajaan karena tidak berusaha untuk menyelamatkan maka bisa juga dikenakan pasal 311 UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang ancaman hukumannya lebih berat yakni 12 tahun penjara.
 
Lanjut dia, dari hasil penyidikan terungkap bahwa pengemudi bus yang mengangkut karyawan PT Catur Putra Grup tersebut buka sopir utamanya yakni Jahidi, tetapi tersangka (M Adam) dari sekitar TMC atau 300 meter dari pinti masuk Jalur Cikidang.
 
Selain itu, tersangka yang belum lihai mengemudikan bus tetap nekat mengoperasikannya saat sopir utama bus tersebut meminta bantuannya untuk mengemudikan bus itu dengan alasan ingin istirahat.
 
"Karena belum punya keahlian untuk mengemudikan bus, diduga saat masuk di letter S atau sekitar lokasi bus masuk jurang, Adam tidak bisa mengendalikan laju busnya bahkan saat niat injak rem malah injak kopling," tambahnya.
 
Nasriadi mengatakan saat ini tersangka masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Kota Sukabumi untuk memulihka luka-lukanya. Karena saat kejadian tersangka mengalami luka patah tulang di beberapa bagian tubuhnya. Keterangan pemuda ini sangat dibutuhkan untuk mengungkap kasus kecelakaan maut tersebut.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi