Deni Sudastika, 32, warga Jatiseeng, mengaku tak sempat menyelamatkan barang-barangnya ke lantai dua. Sebab ia tak pernah menyangka desanya akan diterjang banjir.
Banjir terjadi sekira pukul 00.00 WIB, Jumat 23 Februari 2018. Banjir merendam rumah.
"Biasanya hanya depan rumah saja, nggak pernah masuk,” kata Deni, Jumat 23 Februari 2018.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Suasana mencekam saat banjir menerjang. Ia dan warga lain panik. Sementara banjir terus meninggi hingga dua meter.
"Katanya ada tanggul yang jebol, sehingga banjir sangat cepat,” kata Deni.
Edi, 46, warga Ciledug Wetan, pun bernasib sama. Edi mengaku hanya membawa pakaian yang dikenakan untuk menyelamatkan diri. Edi berharap pemerintah segera melakukan normalisasi sungai, untuk mencegah terjadinya banjir.
"Banjir terbesar yang pernah terjadi. Saya harap pemerintah segera menormalisasi sungai,” kata Edi.
Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Losgistik BPBD Kabupaten Cirebon, Eman Sulaeman, membenarkan tanggul di Sungai Cisanggarung yang jebol. Eman menyebutkan, ada skeitar lima titik tanggul yang jebol, ditambah sejumlah rembesan.
“Namun yang terparah, berada di Ciledug Wetan,” kata Eman.
Banjir besar melanda lima kecamatan di wilayah Cirebon bagian Timur. Sebanyak 25ribu jiwa terdampak akibat peristiwa tersebut. Ketinggian air banjir mulai dari 1 hingga 2,5 meter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
