Penyelundupan 6.721 Ekstasi dari Malaysia Digagalkan

Hendrik Simorangkir 09 November 2018 20:05 WIB
narkobapenyelundupan
Penyelundupan 6.721 Ekstasi dari Malaysia Digagalkan
Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta mengagalkan penyelundupan narkotika jenis ekstasi dari Malaysia. Medcom.id/Hendrik Simorankir
Tangerang: Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta mengagalkan penyelundupan narkotika jenis ekstasi dari Malaysia. Ekstasi itu dibawa dua orang perempuan warga negara Malaysia untuk rekannya di Jakarta.

Kapolrestra Bandara Kombes Viktor Togi Tambunan mengatakan, ekstasi dibawa tersangka berinisial NRA melalui pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan AK-380 rute Malaysia-Indonesia, pada Sabtu, 3 November 2018. Pesawat tiba sekitar pukul 08.00 WIB. Pada saat penangkapan, kepolisian bersama Bea Cukai tak menemukan barang bukti pada NRA.

"Di sini NRA menitipkan narkotika kepada NN. Ketika awal diamankan, dari tersangka tidak ada narkotika," ujar Victor di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat, 9 November 2018.


Namun karena kecurigaan yang kuat kepada NRA, Victor menjelaskan, kepolisian berhasil melakukan pengembangan, menangkap rekannya dengan inisial NN di sebuah hotel di Jakarta. Dari kamar hotel itu, diamankan narkotika jenis ekstasi sebanyak 2.721 butir dalam tiga bungkus plastik.

Kecurigaan ke NRA berawal dari statusnya yang pernah terlibat dalam kasus serupa. "NRA pernah juga bersama pacarnya ke Bali dan diungkap kasus narkotika di sana. Identitas yang bersangkutan sudah dicatat, kita ada informasi yang bersangkutan akan masuk, lalu dilakukan pemeriksaan," jelas Victor.

Pihaknya terus melakukan pengembangan menangkap NRA dan NN. Berdasarkan bukti dan keterangan tersangka, kepolisian kembali menangkap dua orang tersangka dengan inisial CS dan YC. Dari tangan dua tersangka, diamankan 4.000 butir ekstasi dalam empat bungkus plastik yang baru diambil dari kawasan Jakarta Timur.

Empat tersangka yang diamankan saat ini bertugas sebagai kurir. NRA mengaku diberi upah 2.000 Ringgit Malaysia dan NN 1.000 Ringgit Malaysia jika aksinya berhasil.

NRA dan NN diduga diperintah TN yang saat ini tengah diburu dan masuk daftar pencarian orang (DPO). TN saat ini diduga berada di Malaysia. Sementara CS dan YC mengambil barang itu atas perintah RW yang juga masih DPO.

Empat tersangka yang kini telah diamankan dapat dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 113 ayat (2) lebih subsider Pasal 112 (2) juncto Pasal 132 ayat (1) dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal seumur hidup atau hukuman mati.
 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id