Polda Jawa Barat kirimkan bantuan delapan truk berisi kebutuhan sehari-hari untuk para korban bencana alam di Lampung, Banten, dan Kabupaten Sukabumi, Rabu 2 Januari 2019
Polda Jawa Barat kirimkan bantuan delapan truk berisi kebutuhan sehari-hari untuk para korban bencana alam di Lampung, Banten, dan Kabupaten Sukabumi, Rabu 2 Januari 2019 (P Aditya Prakasa)

Polda Jabar Kirim Bantuan Untuk Korban Longsor dan Tsunami

Tsunami di Selat Sunda Longsor Sukabumi
P Aditya Prakasa • 02 Januari 2019 09:53
Bandung: Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jawa Barat) mengirimkan bantuan untuk para korban bencana alam di Lampung, Banten, dan Sukabumi. Sebanyak delapan truk berisi kebutuhan sehari-hari telah diberangkatkan hari ini, Rabu 2 Januari 2019.

Kepala Polda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, bantuan tersebut merupakan hasil sumbangan dari seluruh anggota Polda Jawa Barat untuk para korban musibah bencana.

"Seluruh anggota bersatu padu untuk mengeluarkan serelanya kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah bencana alam tsunami di Banten dan Lampung, kemudian 2 hari yang lalu di kabupaten Sukabumi," kata Agung di Markas Polda Jawa Barat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Agung mengatakan, pihaknya mengirimkan bantuan yang sangat dibutuhkan untuk para korban maupun anggota Polri, TNI, dan instansi terkait yang berada di lokasi bencana alam. Salah satunya tandon air untuk menampung air bersih.

"Saya telepon dulu pejabat di sana, apa kebutuhan yang real di sana? Misalnya sepele seperti tandon air untuk MCK, karena di sana kurang. Kemudian selimut, sarung, sampai pampers bayi juga kita belikan, popok, pakaian dalam, sama susu untuk anak-anak kita belikan semua, karena memang itu yang diperlukan," ucap Agung.

Selain itu, kata Agung, jumlah personel yang berada lokasi tanah longsor, Dusun Garehong, Desa Sinaresmi, Kecamatam Cisolok, Kabupaten Sukabumi, dinilai cukup. Namun, saat ini para anggota Polri, TNI, Basarnas, dan instansi masih kesulitan untuk menurunkan alat berat ke lokasi longsor.

"Kalau personel cukup. Yang kesulitan itu alat beratnya susah masuk, karena tanjakan cukup tajam, dan tidak ada jalan jadi susah masuk. Jadi masih manual antara TNI, Polri, Basarnas, dan seluruh instansi yang membantu menggunakan cangkul," ucap dia.

Agung berharap cuaca dalam keadaan normal sehingga alat berat bisa diturunkan ke lokasi longsor. Dengan begitu proses pencarian korban bisa segera tuntas.

"Kemudian mudah-mudahan hari ini cuacanya bersahabat dan alat berat bisa masuk. Kalau alat berat bisa masuk Insya Allah cepat," kata Agung.


(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi