"Untuk stok yang kita punyai itu banyak, sekitar 48 ribu ton," kata Kepala Perum Sub Divre Bulog Cirebon, Jawa Barat, Dedi Apriliya di Cirebon, Kamis, 14 Februari 2018.
Melimpahnya stok beras lanjut Dedi tidak terlepas dari meningkatnya penyerapan beras milik petani. Ditambah lagi pengeluaran stok beras Bulog sendiri sangat sedikit.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Target penyerapan beras petani tahun ini turun jika dibandingkan tahun sebelumnya. Target penyerapan turun dari 110 ribu ton menjadi menjadi 74 ribu ton.
"Sekarang penyerapan turun (karena tidak ada beras raskin lagi) hanya saja kita sesuaikan rencana penjualan dan stabilisasi harga," ujarnya.
Namun, harga beras di pasaran sudah naik sekitar Rp500 per kilogram. Bulog juga sedang menggelontorkan beras mediumnya ke pasar untuk menekan kenaikan harga.
"Kalau beras yang naik di pasar itu jenis dan merek tertentu saja, karena memang belum ada musim panen, kalau beras yang kita miliki itu masih banyak, ini sih hanya soal rasa saja," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SUR)
