Warga mencari korban longsor di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Sukabumi, 1 Januari 2019, MI - Benny Bastiandy
Warga mencari korban longsor di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Sukabumi, 1 Januari 2019, MI - Benny Bastiandy (Benny Bastiandi)

Jabar Siaga Bencana hingga Mei 2019

Longsor Sukabumi
Benny Bastiandi • 02 Januari 2019 13:36
Sukabumi: Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan status siaga darurat banjir dan longsor hingga Mei 2019. Penetapan status kebencanaan sesuai dengan daerah Jabar yang berpotensi bencana.
 
Hal itu disampaikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil alias Emil saat meninjau lokasi longsor di Kampung Garehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Rabu, 2 Januari 2019. Longsor yang terjadi pada Senin sore, 31 Desember 2018, itu menewaskan kurang lebih 35 warga.
 
"Lantaran itu, kami mengimbau semua kepala daerah agar meningkatkan pengamatan-pengamatan di lapangan. Kalau menemukan ada retak-retak tanah, segera laporkan dan lakukan assesment. Koordinasikan secara berjenjang," kata Emil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jabar, lanjut Emil, berpotensi tinggi mengalami banjir dan longsor. Tiga kabupaten tergolong paling rawan bencana yaitu Sukabumi, Garut, dan Cianjur. 
 
"Jawa Barat secara geologis dan geografis sangat rentan terjadi bencana hidrometeorologi. Di Indonesia, hampir 60 persen bencana terjadi di Jawa Barat seperti banjir dan longsor," kata dia.
 
Selama 2018, kata dia, jumlah kebencanaan di Jawa Barat mencapai hampir 1.500 kali. Jika dirata-ratakan, jumlah bencana per bulan sekitar seratusan.
 
"Dari berbagai potensi bencana tersebut, sekitar 30 persen merupakan longsor," terang dia.
 
Lihat video:
 
 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif