Sentilan Jokowi tersebut, mengundang tawa masyarakat yang berkumpul di Lapangan RRI, Cimanggis Kota Depok, Kamis, 27 September 2018.
"Kalau sudah pegang sertifikat bisanya ingin di sekolahkan, saya tahu aja ya, iya enggak? Pasti ada yang mau disekolahkan (gadai) dan ada yang tidak, kalau tidak tentu disimpan baik-baik," ucap Presiden RI.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Di sela-sela canda dan tawa, Jokowi menyebut menggadai sertifikat tanah untuk pinjaman uang tak ada masalah. Sejauh warga bisa menutup angsuran pinjaman tersebut.
"Kalau tanahnya agak gede pinjam ke bank, hitung dulu, bisa menyicil enggak tiap bulan. Bisa mengangsur apa tidak setiap bulannya," kata Jokowi.
Banyak pemilik sertifikat blunder menggadai tanah untuk kebutuhan konsumtif, seperti membeli mobil. "Mobilnya diambil dealer, sertifikatnya diambil bank. Gagahnya di mana? Hanya enam bulan, mau enggak?" kata dia.
Padahal utang dari menggadai sertifikat lebih baik dijadikan modal usaha atau investasi bagi meningkatkan taraf kehidupan ekonomi. Dia pun berharap warga yang mendapat sertifikat gratis menjaga surat berharga tersebut, misalnya dengan memfotokopi sertifikat.
"Antisipasi, kalau sampai yang asli hilang kopiannya masih ada. Nanti tinggal datang ke BPN untuk mengganti jadi sertifikat asli," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SUR)
