Wakapolri: 90 Persen Napiter Menyerahkan Diri
Wakapolri Komjen Syafruddin. ANT/M Agung Rajasa.
Depok: Wakapolri Komjen Pol Syafruddin menyatakan operasi penanggulangan kerusuhan di rumah tahanan cabang Salemba di Markas Komando (Mako) Brigade Mobil (Brimob), Kelapa Dua, Depok, masuk tahap finalisasi. Sekitar 90 persen narapidana terorisme telah menyerahkan diri.

"Sebagian besar atau 90 persen dari yang berjumlah 156 telah menyerahkan diri," kata Syafruddin di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis, 10 Mei 2018.

Syafruddin menyebut, operasi selesai pada pukul 07.15 WIB. Kini, petugas sedang melakukan tahap finalisasi penyerahan diri narapidana terorisme.


Sekitar pukul 07.00 WIB, terdengar beberapa rentetan tembakan dari dalam kawasan Mako Brimob. Jenderal bintang tiga itu mengatakan, rentetan tembakan itu merupakan upaya penanggulangan yang dilakukan petugas.

Karena, narapidana terorisme masih memiliki senjata api yang dirampas dari petugas yang gugur saat kerusuhan beberapa hari lalu. Upaya ini dilakukan untuk memastikan narapidana teroris tak berbuat macam-macam.

"Tapi kita pastikan tidak ada korban jiwa," kata mantan ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla itu.

Selasa, 8 Mei 2018, kerusuhan pecah di rumah tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Kerusuhan diawali bentrok antara narapidana terorisme dengan anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Lima polisi pun gugur dalam peristiwa ini. Empat di antara korban gugur merupakan anggota Densus 88 Antiteror dan satu anggota Brimob Polda Metro Jaya. Peristiwa ini juga menewaskan satu narapidana terorisme.

Selain korban jiwa, narapidana yang berhasil merampas senjata milik petugas pun menyandera salah satu polisi bernama Iwan Sarjana. Iwan akhirnya dibebaskan setelah 27 jam ditawan para narapidana.




(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id