Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Kamis, 20 Juni 2019. (Roni Kurniawan)
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Kamis, 20 Juni 2019. (Roni Kurniawan) (Roni Kurniawan)

Moeldoko Ungkap Kejanggalan Rusuh 21 Mei

Demo Massa Penolak Pemilu
Roni Kurniawan • 20 Juni 2019 18:55
Bandung: Kepala Staf Kantor Presiden, Moeldoko menyebut terdapat tiga kejanggalan dalam tragedi kerusuhan di Jakarta pada 21 Mei 2019. Tiga kejanggalan tersebut kini terus didalami guna mengungkap dalang tragedi tersebut.
 
Moeldoko mengatakan kejanggalan pertama terdapat pada empat dari sembilan orang yang meninggal. Empat korban tersebut dibawa dan diserahkan kepada keluarga korban tanpa melaporkan kepada aparat keamanan atau tenaga medis.
 
"Dari sembilan korban itu, empat korban langsung dibawa oleh siapa kepada keluarganya, kita tidak tahu dan enggak diautopsi," kata Moeldoko saat ditemui di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Kamis, 20 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kejanggalan kedua, lanjut Moeldoko, peluru yang mengenai korban. Korban mengalami luka tembak dengan amunisi tajam yang hingga kini masih ditelusuri asal muasal senjata api tersebut.
 
"Kita ingin mengenali senjata, ini senjata siapa sebenarnya. Satu sisi ada korban yang luka kena tembakan amunisi yang dipakai oleh kepolisian peluru karet, tapi ada juga amunisi tajam yang senjatanya tidak bisa diperkirakan. Tapi pertanyaannya dari mana senjata itu? kan begitu," bebernya.
 
Baca: Kasus Makar dan Rusuh Aksi 22 Mei Segera Rampung
 
Moeldoko menegaskan, personel yang bertugas dalam pengamanan aksi diperintahkan tidak menggunakan peluru tajam. Namun pada beberapa korban jiwa terdapat luka tembak menggunakan peluru tajam.
 
"Jadi memang dari awal perintah kita tidak ada yang memakai peluru tajam, tapi kenapa ada yang meninggal," ucapnya.
 
Kejanggalan lainnya, kata Moeldoko, korban meninggal tidak di satu titik, tetapi cukup jauh dari lokasi unjuk rasa (Gedung Bawaslu). Hal itu diketahui ketika Moeldoko memimpin rapat.
 
"Ini yang meninggal berserak tidak dalam satu tempat. Saya suruh gambarkan, berserak radius tiga kilometer. Pertanyaannya, kalau kita mau mengkritisi, kalau Polisi yang menembak pasti berjatuhannya di sekitar situ di tempat kerusuhan," ungkapnya.
 
Baca: Senjata yang Digunakan Pada Kerusuhan 21-22 Mei Masih Ditelusuri
 
Kejanggalan tersebut, kata Moeldoko, sedang diselidiki untuk menemukan kebenaran serta mencari dalang kerusuhan yang membawa dan menggunakan senjata api dengan peluru tajam.
 
"Kejanggalan ini masih kita kejar terus. Ya nanti semakin terang sebenarnya," tegasnya.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif