Menurut Joko, kapasitas bus 54 orang, sedangkan penumpang ada 53 orang. "Kami pastikan bus ini tidak overload, tapi lebih lanjutnya kita tunggu hasil olah TKP dan keterangan para saksi," ungkap Joko, Minggu, 11 Februari 2018.
Joko menuturkan, berdasarkan analisis secara kasat mata yang dilakukan pihaknya dari pengawas beberapa titik di lokasi kejadian, diduga bus mencoba menghentikan kendaraan namun sistem rem tidak berfungsi hingga akhirnya terguling.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Saat olah TKP tadi, ada beberapa titik bekas pengereman. Artinya disini, bus telah mencoba memperlambat laju kendaraan sebelum akhirnya terguling," beber dia.
Joko mengatakan, lokasi kecelakaan tersebut merupakan titik terakhir dari Tanjakan Emen. Sehingga, diduga sistem pengereman bus mengalami gangguan melihat rem yang terus digunakan sepanjang tanjakan sepanjang 2,4 kilometer itu.
"Karena ini turunan terakhir mungkin panas dan memuai hingga tidak berfungsi. Karena ini kan cukup panjang turunannya, jadi rem terus dipake," tutur Joko.
Namun, lebih lanjut Joko menegaskan seluruh analisan tersebut masih bersifat sementara. Masih diperlukan, hasil olah TKP dan keterangan dari korban yang selamat serta saksi mata di lokasi kejadian.
Selanjutnya, dalam melakukan olah TKP petugas menggunakan drone guna memaksimalkan identifikasi penyebab kecelakaan maut yang membawa korban puluhan orang tersebut.
"Jadi olah TKP ini menggunakan sistem faro, yang nantinya dipetakan untuk menggambarkan terjadinya kejadian kecelakaan ini," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SCI)
