230 Pelajar di Tasikmalaya Diburu karena Ikut Pesta Sabu
Ilustrasi pengungkapan kasus narkoba, Medcom.id - M Rizal
Tasikmalaya: Sebanyak 230 pelajar di Tasikmalaya, Jawa Barat, diburu Badan Narkotika Nasional. Mereka dikabarkan mengikuti pesta sabu-sabu setelah petugas menangkap enam tersangka pengedar dan pemakai narkoba.

Kepala BNN Kota Tasikmalaya Tuteng Budiman mengatakan, semula, petugas membekuk empat orang yaitu YB, 58; RZ, 32; YD, 41; dan EB, 38. Mereka merupakan anggota jaringan yang menggelar pesta sabu-sabu di Tasikmalaya.

"Jaringan tersebut menggelar pesta sabu di rumah yang diikuti pelajar, mahasiswa, dan masyarakat dengan menggunakan modus sistem rental, yaitu menyediakan tempat. Pengunjung dapat menikmati satu hingga lima kali pakai dengan tarif Rp100 ribu," kata Tuteng di Tasikmalaya, Selasa, 11 September 2018.


Tuteng mendapat informasi kurang lebih 230 pelajar menikmati sabu-sabu dengan sistem tersebut. Mereka mengikuti pesta sabu-sabu di rumah para tersangka. Lantaran itu BNN akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya menemukan 230 pelajar. 

"Barang bukti berupa sabu yang disita dari penangkapan itu berasal dari jaringan yang beroperasi dari balik lembaga pemasyarakatan (lapas) di Jabar. Barang bukti yang disita berupa satu paket sabu-sabu seberat 2,51 gram, satu paket sisa pakai sabu-sabu seberat 0,39 gram, dan satu paket ganja kering seberat 2,25 gram serta alat lainnya berupa bong," ujar Tuteng.

Kemudian petugas membekuk tersangka ED, 35 dan HR, 41. Petugas juga menyita barang bukti satu paket sabu seberar 0,85 Gram, satu unit ponsel, uang tunai sebesar Rp150 ribu, dan satu slip bukti transaksi tunai pembelian sabu-sabu. Tersangka mengaku peredaran sabu itu dikendalikan seseorang dari dalam lapas.

"Untuk jaringan narkoba selama ini telah dikendalikan dari dalam Lapas berada di wilayah Jawa Barat melibatkan Narapidana berinisial, E, P dan A. Barang bukti yang telah diamankan berupa uang sebesar Rp23 juta, 10 HP, 2 bong, 10 cangklong, 20 korek api gas, sabu-sabu, ganja kering, 6 obor api, 10 selang, 15 buah sedotan dan kertas foil. Sedangkan tersangka terjerat pasal 114 ayat 1 UU 35 tahun 2009 tentang narkotika ancaman seumur hidup dan paling singkat 5 tahun serta paling lama 20 tahun penjara," ungkapnya.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id