Bapeten Pastikan Transportasi Radioaktif di Indonesia Aman

Farhan Dwitama 06 Desember 2018 16:57 WIB
pengolahan limbahpuspiptek
Bapeten Pastikan Transportasi Radioaktif di Indonesia Aman
Pelatihan menangani kecelakaan pada mobil yang mengangkut limbah radioaktif di Tangerang Selatan, Kamis, 6 Desember 2018, Medcom.id - Farhan Dwi
Tangerang: Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) memastikan lalu lintas bahan radioaktif dari satu tempat ke tempat lain aman. Saat ini, pengangkutan bahan radioaktif untuk kebutuhan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan industri dilakukan penyuplai bahan radioaktif.

Kepala Sub Bidang Pemantauan Lingkungan dan Kedaruratan Batan, M Cecep mengatakan, peraturan Kepala Bapeten tentang transportasi angkutan radiofarma telah mengatur keamanan dan keselamatan. Satu di antaranya tata cara pengemasan benda berisi radiofarma saat dalam perjalanan. 

“Saat ini Batan sudah tidak melakukan pengangkutan bahan radioaktif, itu hanya dilakukan oleh penimbul limbah. Radioaktif itu aman, dibanding B3 (bahan berbahaya dan beracun), apalagi yang dikirim ke Batan dan itu bentuknya padat semua,” kata Cecep, Kamis 6 Desember 2018 di kawasan Puspiptek, kecamatan Setu, Tangerang Selatan. 


Sisi keamanan pengangkutan bahan radiofarma itu, lanjut dia, karena pengemasan (pembungkus) bahan radio aktif harus tahan bakar hingga 800 derajat. 

“Pembungkusnya itu harus tahan bakar 800 derajat, tahan jatuh bahkan jatuh dari pesawat pun tidak apa-apa,” ucap dia. 

Sementara Kepala Bagian Humas dan Protokol Bapeten Abdul Qohar, mengatakan, belum mengatur mengenai jenis kendaraan  pengangkut bahan radio aktif untuk keperluan industri dan Batan, baik melalui jalur laut, darat dan udara. 

Baca: Puspiptek Gelar Pelatihan Tangani Limbah Radioaktif Bocor

“Belum ada aturan khusus, tapi ada perka-nya (peraturan kepala Bapeten). Tapi jenis kendaraannya tidak diatur. Namun dalam lalu lintasnya, kendaraan ini diberikan tanda berupa stiker informasi tentang bahan yang dibawa dalam kendaraan itu,” ucapnya. 

Batan telah memiliki kendaraan angkutan khusus bahan radio aktif dalam tiga dimensi, kecil, sedang, dan limbah cair. 

“Tapi di Batan itu sudah punya kendaraan khusus pengangkut bahan radioaktif, untuk dimensi kecil menggunakan kendaraan double cabin dengan dilapisi timbal, dimensi besar dengan truk engkol dan truk untuk limbah cair,” katanya.

Menurut dia, setiap kendaraan angkutan bahan radioaktif harus mencantumkan indeks angkut berdasarkan rekomendasi Bapeten. 

“Index angkut ini merupakan nilai paparan pada jarak 1 meter, ketika itu terjadi kebocoran, kita bisa menganalisa paparan yang diakibatkan,”kata dia. 

Dia juga memastikan setiap kendaraan angkutan bahan berbahaya utamanya, bahan radioaktif ditandai dengan informasi khusus berupa adanya stiker. 

“Kendaraan pengangkut ada stiker tanda radiasi. Akan dicantumkan index angkut, kriteria angkutan dan sebagainya,” ucap dia. 



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id