Kota Bandung Butuh Tenaga Ahli Mitigasi Bencana
Empat risiko bencana yang berpotensi terjadi di Bandung, Medcom.id - Roni Kurniawan
Bandung: Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, Jawa Barat, kekurangan tenaga ahli untuk mitigasi menghadapi berbagai bencana. Pasalnya saat ini Diskar PB hanya memiliki personil kurang dari 200 orang untuk penanggulanganan bencana.

Menurut Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Diskar PB, Sihar Pandapotan Sitinjak, ratusan personil tersebut merupakan tenaga yang kerap turun ke lapangan dari seluruh karyawan 300 orang. Bahkan para personil tersebut tak hanya mengurus bencana melainkan berbagai keluhan dari masyarakat mulai dari kebakaran hingga penyelamatan hewan.

"Kalau untuk SDM (sumber daya manusia) saat ini kita kurang. Jumlah keseluruhan sekarang itu ada yang namanya pasukan, BKO, secara seluruh pegawai itu 300-an orang. Untuk pasukan di lapangan itu ada 200 (orang) kurang," kata Sihar di kantor Diskar PB, Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Jumat 12 Oktober 2018.


Sihar menuturkan, guna menambah kekuatan dalam penanggulangan bencana, Diskar PB kerap berkoordinasi dengan satuan kepala perangkat daerah (SKPD) seperti tim Tanggap Darurat Bencana (Tagana) dari Dinas Sosial dan Penanggulanganan Kemiskinan.

"Karena kita kan dengan SKPD lain kerjasama. Ketika bantuan dari aspek sosial itu ada bantuan dari Dinas Sosial karena ada tim Tagana. Jadi masing-masing SKPD juga sudah mempersiapkan," sambungnya.

Sementara itu Sihar mengaku Diskar PB pada akhir 2018 ini akan merekrut personil untuk penanggulanganan bencana. Hal itu dilakukan akan sistem mitigasi bencana di Kota Bandung bisa berjalan dengan baik terutama saat terjadi gempa seperti di Palu dan Donggala.

"Diakhir tahun 2018 ini kita akan merekrut rencananya 150 orang. Nah itu nanti akan kita latih dalam penanggulanganan bencana," tegasnya.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id