Haris Simamora sebelum sidang dengan agenda tanggapan JPU atas eksepsi penasihat hukum di Pengadilan Negeri Bekasi, Rabu 20 Maret 2019. Medcom.id/Antonio
Haris Simamora sebelum sidang dengan agenda tanggapan JPU atas eksepsi penasihat hukum di Pengadilan Negeri Bekasi, Rabu 20 Maret 2019. Medcom.id/Antonio (Antonio)

Eksepsi Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Tidak Berdasar

Pembunuhan di Bekasi
Antonio • 20 Maret 2019 18:48
Bekasi: Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bekasi menilai eksepsi dakwaan yang disampaikan penasihat hukum Haris Simamora, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi, tidak berdasar. Dalam eksepsi, penasihat menyebut dakwaan tidak jelas.
 
Pada poin pertama eksepsi, penasihat hukum menyatakan bahwa dakwaan JPU tidak disusun secara cermat, jelas dan lengkap mengenai tindak pidana yang didakwakannya.
 
"Menurut hemat kami sangat tidak berdasar dan tidak berpijak pada landasan yuridis yang berlaku," kata JPU pengganti Kejari Bekasi Denri Kesworo membacakan tanggapan atas eksepsi terdakwa dalam sidang yang digelar di Pengadilan Bekasi, Rabu 20 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Surat dakwaan dengan Nomor Registrasi Perkara PDM-45/II/Bekasi/02/2019 tanggal 4 Maret 2019 telah disusun secara cermat, jelas dan lengkap memenuhi syarat formil maupun materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143 ayat (2) huruf a dan b KUHAP.
 
Oleh karenanya, lanjut dia, surat dakwaan tersebut sah dan dapat diterima sebagai dasar pemeriksaan perkara ini. JPU menyebut eksepsi dakwaan poin nomor satu sepatutnya ditolak atau dinyatakan tidak dapat diterima.
 
Poin nomor dua eksepsi menyatakan surat dakwaan tidak cermat dalam menguraikan barang bukti khususnya Visum et Repertum Nomor: R/365/SK.B/XI/2018/IKF tanggal 19 November 2018 dinilai tidak berdasar. "Menurut hemat kami juga sangat tidak berdasar dan tidak berpijak pada landasan yuridis yang berlaku," ujarnya.
 
Visum et Repertum Nomor: R/365/SK.B/XI/2018/IKF tanggal 19 November 2018 sebagaimana terlampir dalam berkas perkara merupakan hasil visum et repertum mayat atas nama Sarah Marisa Putri Nainggolan. Sedangkan, Visum et Repertum Nomor: R/364/SK.B/XI/2018/IKF tanggal 19 November 2018 merupakan hasil visum et repertum mayat atas nama Maya Sofya Ambarita
 
"Kesalahan penulisan nomor Surat Visum et Repertum 364 menjadi 365 tidak dengan sendirinya menyebabkan dakwaan batal demi hukum atau dakwaan harus dibatalkan. Hal ini sesuai dengan putusan Mahkamah Agung No. 1162.K/Pid/1986 yang menentukan kekeliruan pengetikan yang tidak mengubah materi dalam surat dakwaan tidak membawa akibat hukum," paparnya.
 
Tidak dibatalkannya surat dakwaan yang diakibatkan kesalahan pengetikan telah diakui dalam praktik peradilan sebagai yurisprudensi. JPU Kejari Bekasi menyatakan poin kedua eksepsi juga harus ditolak.
 
Jaksa meminta majelis hakim untuk menolak eksepsi dari penasihat hukum terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi tersebut.
 
"Dengan merujuk argumentasi penuntut umum sebagaimana dimaksud di atas maka kami mohon Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini berkenan kiranya menjatuhkan putusan sela sebagai berikut. Pertama, menolak keberatan atau eksepsi dari penasihat hukum terdakwa Harry Aris Sandigon alias Haris alias Aris," kata dia dalam persidangan.
 
Kemudian,  mereka juga meminta agar majelis hakim menyatakan surat dakwaan dengan nomor regisistrasi perkara PDM-45/II/Bekasi/02/2019 tanggal 4 Maret 2019 sebagai dasar pemeriksaan dan mengadili perkara tindak pidana dengan terdakwa atas nama Harry Aris Sandigon atau Haris Simamora.
 
"Menetapkan pemeriksaan persidangan perkara atas nama Harry Aris Sandigon alias Haris alias Aris," tuturnya.
 

 

 

 
 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif