Warga Kebon Besar Kota Tangerang memberhentikan sejumlah truk tanah yang melintas.
Warga Kebon Besar Kota Tangerang memberhentikan sejumlah truk tanah yang melintas. (Hendrik Simorangkir)

Warga Kota Tangerang 'Bajak' Kendaraan Berat

truk
Hendrik Simorangkir • 07 Mei 2019 17:18
Tangerang: Warga Kebon Besar, Kota Tangerang geram dengan keberadaan kendaraan berat yang melintas di wilayahnya. Mereka dengan sengaja memberhentikan truk pengangkut tanah yang melintas itu di wilayah Kebon Besar dan Pintu Air Jurumudi. 
 
Salah satu warga San Rodi mengatakan, warga merasa dirugikan dengan aktivitas truk tanah. Pasalnya, lalu lalang truk mengakibatkan lingkungan tercemar dan membahayakan warga dan pengendara lain.
 
"Ketika kendaraan ini lalu lalang sangat kotor dan berdebu. Kalau hujan sering kecelakaan. Motor jatuh bahkan memakan korban jiwa," ujar Rodi, Selasa, 7 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, menurut Rodi, truk tanah yang melintas di siang hari melanggar Peraturan Wali Kota (Perwal) Tangerang No 30/2012 tentang Operasional Truk Tanah yang hanya memperbolehkan truk tanah ini melintas pukul 20.00 WIB hingga 05.00 WIB.
 
"Kami minta kepada truk besar ini tidak lagi melintasi jalan ini di siang hari sampai malam," katanya.
 
Warga Kota Tangerang 'Bajak' Kendaraan Berat
 
Rodi mengungkapkan, para warga mendukung implementasi Perwal tersebut. Ia juga mendorong petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang untuk gencar menyosialisasikan dan menindak penindakan kepada truk tanah sehingga terhindar dari aktivitas truk tersebut.
 
"Kita mendukung terkait Perwal itu, agar petugas tidak diam. Harus dilakukan langkah selanjutnya sehingga diberikan sanksi. Intinya kami sangat menolak lintasan ini untuk truk berat," jelasnya.
 
Menurut Rodi, truk tanah yang melintas di kawasan tersebut untuk menunjang bahan baku tanah untuk pembangunan proyek di Bandara Soekarno-Hatta dan Pantai Indah Kapuk (PIK).
 
"Berdasarkan hasil di lapangan, sopir-sopir truk mengaku membawa tanah untuk proyek-proyek di bandara dan PIK," ucapnya.
 

Dishub Kota Tangerang Tahan 18 Truk yang Melanggar
 
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang bekerja sama dengan Satlantas Polres Metro Tangerang Kota menahan 18 truk tanah yang melanggar peraturan karena melintas di siang hari. Penahanan menyusul adanya aksi warga yang menggelar sweeping karena geram dengan lalu lalang truk tanah atau kendaraan berat. 
 
Truk tanah itu ditahan dan diparkiran di halaman Stadion Benteng, Kota Tangerang, hasil operasi dan sweeping warga. Sementara para sopir truk tampak menunggu pihak pemilik kendaraannya yang ditahan itu untuk diurus.
 
Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Tangerang Andika Nugraha menuturkan, sebelum adanya aksi warga, pihaknya juga gencar melakukan operasi penindakan terhadap truk tanah. Lanjutnya, penindakan dilakukan terhadap truk tanah yang melanggar Peraturan Wali Kota (Perwal) Tangerang No 30/2012 tentang Operasional Truk Tanah yang hanya memperbolehkan Transformers ini melintas pukul 20.00 WIB hingga 05.00 WIB.
 
"Penindakan ini memang biasa dilakukan terkait dengan penertiban dan penindakan tegas terhadap kendaraan truk muatan tanah yang memang melintas karena melebihi jam operasional," kata Andika.
 

Warga Kota Tangerang 'Bajak' Kendaraan Berat
 
Berdasarkan data, Andika menambahkan, hingga pukul 12.00 WIB ada 18 truk tanah yang ditahan. Sementara sebelumya, pada Kamis, 2 Mei 2019, petugas juga telah menahan 21 unit truk tanah.
 
"Sampai dengan sekarang ini terus bertambah. Menurut data terakhir 12.00 WIB, itu sudah 15 dan akan terus bertambah karena kita lakukan penggiringan untuk 3 kendaraan lagi," bebernya.
 
Menurut Andika, truk yang melanggar itu ditahan di Stadion Benteng untuk dilakukan penindakan seperti penilangan oleh kepolisian atau hingga pemilik armada mengurusnya.
 
"Kalau penindakan itu penilangan dan penahanan wewenangnya ada di kepolisian. Yang jelas kita akan selalu gencar melakukan operasi ini karena mereka melanggar peraturan yang berlaku," jelas Andika.

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif