Sejumlah bangunan rumah warga di Kampung Gunungbatu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, rusak berat akibat pergerakan tanah. MI/Benny Bastiandy
Sejumlah bangunan rumah warga di Kampung Gunungbatu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, rusak berat akibat pergerakan tanah. MI/Benny Bastiandy (Antara)

Pergeseran Tanah di Gunungbatu Sukabumi Makin Parah

pergerakan tanah
Antara • 09 Mei 2019 15:16
Sukabumi: Pergeseran tanah di Kampung Gunungbatu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat semakin parah. Padahal, masa tanggap darurat bencana sudah dicabut sejak 6 Mei 2019.
 
"Setiap harinya tanah terus bergeser dan retakannya semakin membesar bahkan ada beberapa titik tanah di lahan pertanian di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung ini ambles sekitar tiga meter," kata tokoh masyarakat Desa Kertaangsana Aseh Has di Sukabumi, Kamis, 9 Mei 2019.
 
Pergeseran tanah di Sukabumi semakin masif. Rumah yang awalnya hanya bagian pondasinya yang ambles sekarang sudah tenggelam ke dalam tanah hingga bagian badan. Belum lagi lahan pertanian yang rusak porak poranda akibat retakan dan ambles yang semakin parah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hingga saat ini tidak ada korban jiwa akibat bencana tersebut. Namun, seluruh warga yang sudah mengungsi tetap khawatir pergeseran tanah semakin meluas dan bergerak hingga posko pengungsian yang jaraknya tidak jauh dari lokasi.
 
Ia yang juga bertugas sebagai relawan selalu bersiaga dan terus memantau aktivitas pergeseran tanah setiap harinya bersama tim SAR, TNI dan Polri. Dia juga tak pernah berhenti mengimbau warga agar tidak masuk atau beraktivitas di lokasi bencana.
 
"Pergeseran tanah semakin meluas di kampung ini, namun untuk bantuan darurat bagi pengungsi masih mencukupi karena bantuan tidak datang dari pemerintah saja. Tetapi donatur, perorangan, BUMN dan swasta terus mengalir," tambahnya.
 
Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman mengatakan bencana pergeseran tanah ini tidak bisa ditanggulangi atau dicegah. Pergeseran tanah akan terus bergerak, berbeda dengan tanah longsor.
 
Langkah yang dilakukan pihaknya untuk mengurangi dampak bencana hanya lewat mengungsikan seluruh warga di Kampung Gunungbatu ini ke tempat yang lebih aman. BPBD juga membantu warga mengevakuasi seluruh harta benda.
 
"Hingga saat ini jumlah rumah yang rusak berat sebanyak 70 unit dan masih ada puluhan lainnya yang terdampak serta tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah. Untuk jumlah pengungsi mencapai 354 jiwa yang mengungsi ke sejumlah titik," katanya.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif