Armada Sedot WC saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Cirebon. Medcom.id/Ahmad Rofahan
Armada Sedot WC saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Cirebon. Medcom.id/Ahmad Rofahan (Ahmad Rofahan)

Balaikota Cirebon 'Diserbu' Truk Sedot WC

lingkungan hidup
Ahmad Rofahan • 20 Mei 2019 17:10
Cirebon: Sebanyak enam truk sedot WC berjajar di depan Balaikota Jalan Siliwangi Kota Cirebon, Jawa Barat. Mereka unjuk rasa karena penutupan tempat pembuangan limbah tinja di Cirebon.
 
Menurut salah satu pengusaha sedot WC, Dadang Suryadarma, kedatangan mereka ke Balai Kota Cirebon adalah untuk meminta kejelasan. Dadang dan lima pengusaha sedot WC lainnya di Kota Cirebon tidak bisa mencari uang sejak sepekan belakang.
 
"Padahal masyarakat sangat membutuhkan kami. Kami juga sangat membutuhkan pekerjaan ini agar bisa berlebaran nanti," jelasnya, Senin 20 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengusaha sedot WC lainnya di Kota Cirebon sudah membuang limbah tinja di wilayah CUDP Kesenden sejak 2002 silam. Pembuangan limbah sudah mendapatkan izin dan surat kontrak dari Wali Kota Cirebon.
 
Sekitar delapan tahun kemudian, pembuangan dialihkan ke sekitar wilayah Ade Irma Suryani karena permasalahan antara PDAM Kota Cirebon dengan masyarakat di Kesenden. Tiga tahun setelahnya, pembuangan limbah tinja kembali dialihkan ke CUDP Larangan karena di wilayah Ade Irma Suryani sedang ada pembangunan hotel.
 
Jalanan ke tempat baru ini sempat swadaya diperbaiki pengusaha. Namun, pembuangan ke CUDP Larangan dihentikan kembali pihak PDAM tanpa adanya panggilan atau surat.
 
"Akhirnya kami kembali kebingungan harus buang ke mana limbahnya," tuturnya.
 
Akhirnya, pembuangan limbah tinja di Desa Cangkring, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, di atas lahan milik dinas Pemerintah Kabupaten Cirebon. Namun, pembuangan limbah di situ tidak bertahan lama karena protes masyarakat.
 
Sekretaris Daerah Kota Cirebon Asep Dedi mengaku akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Cirebon untuk mencari solusi. Sebab, permasalahan cukup dilematis.
 
"Kita akan koordinasi dengan UPT limbah, kemungkinan bisa diatur secara teknis dan bisa diolah, serta tidak mengganggu kesehatan masyarakat," pungkasnya.
 

 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif