Deklarasi menolak gerakan people power di Majalengka
Deklarasi menolak gerakan people power di Majalengka (Ahmad Rofahan)

Ulama Majalengka Deklarasi Menolak People Power

pileg pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Ahmad Rofahan • 20 Mei 2019 14:09
Majalengka: Sejumlah tokoh agama di Kabupaten Majalengka deklarasi menolak gerakan people power. Deklrasi dilakukan di salah satu Aula rumah makan, di Jalan Raya KH. Abdul Halim Majalengka, Senin, 20 Mei 2019.
 
Deklarasi dipimpin langsung oleh Ketua MUI Kabupaten Majalengka, KH. Anwar Sulaeman dan Ketua FKUB Kabupaten Majalengka, KH. Asep Sahidin serta diikuti oleh para pimpinan pondok pesantren, ulama, habaib dan cendiakawan muslim se-Kabupaten Majalengka.
 
Ketua MUI Kabupaten Majalengka, KH. Anwar Sulaeman mengatakan, saat ini bangsa Indonesia telah selesai baru saja melaksanakan hajat besar Nasional yaitu Pemilu 2019. Maka itu, kata dia, selaku tokoh agama harus bisa menangkal berita hoaks atau isu provokatif yang muaranya ingin mengganggu stabilitas kamtibmas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Oleh karena itu, mari kita menguatkan kembali ukhuwah, persatuan, dan kesatuan dengan mengedepankan uswatun hasanah atau keteladanan yang baik semua pihak dan semua stakeholder, terutama para elit," ungakapnya.
 
Menurut Anwar, dalam kehidupan berdemokrasi perbedaan pilihan adalah suatu keniscayaan dan merupakan hal yang biasa. "Oleh karena itu, bahwa setelah pemilu selesai dilaksanakan, seyogyanya kita kembali menghimpun energi bersama untuk membangun bangsa dan negara," ujarnya.
 
Selain itu, sebagai warga Kabupaten Majalengka, Anwar juga mengajak untuk membangun Majalengka Raharja dan sebagai warga Jawa Barat mari membangun menuju Jabar juara lahir batin.
 
"Kami berpesan kepada seluruh warga masyarakat, apa pun hasil keputusan yang di umumkan oleh KPU RI nanti, siapa pun yang menjadi presiden/wakil presiden, itu adalah pilihan rakyat dan patut kita dukung untuk Indonesia damai dan demi kemaslahatan umat," pesannya.
 
Sependapat dengan Ketua MUI, Ketua FKUB Kabupaten Majalengka, Asep Sahidin menjelaskan, menolak provokasi people power pascapengumuman yang dilakukan oleh KPU terkait Pilpres dan Pileg pada 22 Mei mendatang.
 
"Hari ini, kita juga sekaligus melakukan doa bersama untuk mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovaksi menjelang pengumuman Pilpres dan Pileg dari KPU pusat, sehingga dikhawatirkan menimbulkan gesekan sosial di masyarakat," ucap Asep.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif