Warga Mengaku belum Tahu Bandung Smart Card
Warga menunjukkan Bandung Smart Card sebagai alat pembayaran nontunai, Kamis, 9 Agustus 2018, Medcom.id - Roni Kurniawan
Bandung: Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, akan meluncurkan kartu transaksi nontunai, Bandung Smart Card. Namun hingga tiga hari sebelum peluncuran, masih banyak warga Bandung yang belum paham mengenai kartu tersebut.

Imas Nurhayati, 37, belum tahu soal Bandung Smart Card. Imas mengaku tak tahu bagaimana penggunaan kartu tersebut.

"Itu seperti kartu debit seperti lainnya atau bagaimana ya. Belum ada yang kasih tahu," kata Imas ditemui di Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Jumat, 10 Agustus 2018.


Imas mengaku menggunakan kartu debit dari bank untuk menabung. Lantaran itu, ia mempertanyakan perbedaan fungsi Bandung Smart City dengan kartu debit.

Pertanyaan serupa disampaikan Firman, 28. Pemuda asal Karees, Kota Bandung, itu mengaku mendapat informasi mengenai Bandung Smart City dari pemberitaan di media online.

Firman mempertanyakan kelebihan kartu tersebut. "Kalau enggak kelebihannya buat apa. Misalnya ada diskon atau promo apa gitu buat nari minat masyarakat," ungkap Firman.

Kemarin, Kepala Tim Pengawasan Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan Keuangan Inklusi Kantor Wilayah Bank Indonesia Jawa Barat, Hermawan mengatakan, masyarakat bisa mendapatkan Bandung Smart Card di 8 bank yang akan teken kerjamasa dengan Pemkot Bandung.

"Ada 8 bank yang kersama dengan Pemkot Bandung dan BI. Nanti hari Senin kita akan teken MoU dengan perbankan," ujar Hermawan.

Hermawan menuturkan, warga bisa mendapatkan Bandung Smart Card dengan dua pilihan yakni yang terdaftar dan yang tidak terdaftar. Untuk kartu yang tidak terdaftar, saldo maksimal kartu tersebut sebesar Rp2 juta.

"Cuma kalau yang unregister ini jika hilang kartunya enggak bisa dikembalikan atau dialihkan saldonya. Seperti uang tunai saja," sambungnya.

Sementar untuk kartu yang register akan terisi saldo maksimal Rp10 juta dilengkapi dengan data yang telah didaftarkan di bank-bank yang melakukan kerjasama.

"Nah kalau yang register, jika hilang bisa di blok kartunya terus diganti sama yang baru," tuturnya.

Sedang untuk isi ulang saldo atau top up, warga bisa melakukannya di bank-bank serta gerai seperti minimarket, koperasi yang telah bekerjasama dengan Pemkot dan BI.

"Itu bisa diisi di merchat resmi yang telah bekerjasama. Nanti Senin kita akan umumkan perbankan yang kerjasama untuk program ini," pungkasnya.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id