Wali Kota Depok menjenguk warga yang menjadi korban terjangan tsunami yang dirawat di RS Puri Cinere Depok, Senin 24 Desember 2018, Medcom.id - Octa
Wali Kota Depok menjenguk warga yang menjadi korban terjangan tsunami yang dirawat di RS Puri Cinere Depok, Senin 24 Desember 2018, Medcom.id - Octa (Octavianus Dwi Sutrisno)

Belasan Korban Tsunami Dirawat di RS Puri Cinere Depok

Tsunami di Selat Sunda
Octavianus Dwi Sutrisno • 24 Desember 2018 19:21
Depok: Sebanyak 18 korban terjangan tsunami Selat Sunda dirawat di Rumah Sakit Puri Cinere Depok, Jawa Barat. Mereka merupakan pegawai PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mengikuti kegiatan di Tanjung Lesung dan menjadi korban terjangan tsunami dua hari lalu.
 
Wali Kota Depok Mohammad Idris dan Kapolresta Depok Komisaris Besar Didik Sughiarto menjenguk mereka pada Senin, 24 Desember 2018. Beberapa korban mengalami patah tulang dan luka pada kepala serta kaki.
 
Salah satu korban, Frans, bercerita tsunami datang begitu cepat. Ombak datang tiba-tiba.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak ada bunyinya langsung menghantam panggung hingga menyeret saya dan teman - teman yang lain," katanya.
 
Sementara itu, Staf pemeliharaan Gardu Induk UIT JBB, Slamet Purawanto (48) mengaku sempat terseret sejauh 1 KM dari lokasi hotel.
 
Dirinya sempat kehilangan kesadaran dan terombang-ambing, namun akhirnya Slamet mampu menyelamatkan diri bersama seorang perempuan dari EO yang turut dibawanya ke daratan.
 
Bermodal batang kayu dan kemampuan berenang, Slamet berupaya sekuat tenaga mencapai daratan.
 
"Saya terseret ombak, sekitar 1 kilometer dari daratan lah saya terseret. Sempat enggak pingsan baru kemudian sadar, untung saya bisa berenang sedikit. Saya berenang juga pakai batang kayu. Ada satu perempuan dari EO yang saya tolong juga," jelasnya.
 
Tsunami menerjang saat peserta kegiatan tengah berdiri di depan sebuah panggung di pinggir pantai. Mereka tengah menikmati penampilan band Seventeen. 
 
Sementara itu, dalam press confrence yang dilaksanakan di RS Puri Cinere Idris dan Didik menyampaikan dukacitanya atas seluruh pihak yang jadi korban tsunami Selat Sunda yang hingga kini diperkirakan bakal terus bertambah.
 
Kepala Bagian Humas RS Puri Cinere, Widya Karmadiyanti mengatakan jumlah pegawai PLN UIT JBB yang dirawat awalnya sebanyak 43 korban, namun yang masih dirawat inap hanya 18 orang.
 
"Yang masih dirawat sekarang ada 18 orang, 5 di antaranya menderita patah tulang dan sudah dioperasi. Kita juga memberikan pendampingan psikologis kepada korban dan keluarga yang menderita trauma," pungkasnya.

 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi