Tanah Bergerak Rusak 48 Rumah di Bandung Barat
ilustrasi Medcom.id
Bandung Barat: Fenomena tanah bergerak terjadi di Kampung Cihantap, Desa Puncaksari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 8 November 2018. Akibatnya kejadian itu, 48 rumah di dua RT mengalami kerusakan.

Hasil pendataan pihak desa setempat, puluhan rumah itu rusak di bagian pondasi, dinding rumah retak, dan lantai keramik terangkat. Bahkan sejumlah rumah nyaris ambruk. 

Kepala Desa Puncaksari, Abdul Rosyad mengimbau penghuni rumah untuk segera mengungsi jika kembali hujan deras. Dia juga mendesak pihak terkait segera mengambil solusi sebelum bencana ini menimbulkan korban. Terlebih, gerakan tanah baru berlangsung di awal musim hujan.


"Ini baru hujan pertama, apalagi nanti Desember dan Januari, hujan tidak akan berhenti, nanti kalau ada apa-apa, kadesnya juga yang disalahkan. Kami minta pihak RT/RW juga mengimbau warganya keluar rumah kalau turun hujan, "kata Rosyad di lokasi, Kamis 8 November 2018.

Rosyad mengatakan, aparat desa telah meninjau seluruh rumah yang terdampak dan sejauh ini kondisinya cukup mengerikan. Jika hujan kembali turun, kata dia, diperkirakan kondisinya bisa lebih membahayakan warga.

"Namun, warga merasa keberatan jika harus keluar rumah soalnya harus meninggalkan barang-barang. Sudah saya sampaikan, supaya masyarakat jangan sayang sama barang, tapi jiwa, "terangnya.

Ratmi ,55, salah seorang warga yang terdampak memilih tetap bertahan di rumahnya meski dinding rumahnya sudah retak. Namun demikian, dia mengaku was-was jika suatu saat rumahnya tiba-tiba ambruk.

"Jadi enggak tenang, kepikiran kalau saya lagi tidur, tertimpa tembok. Kalau turun hujan, kami sekeluarga pergi ke tepat yang lebih aman, soalnya rumah dan tanahnya kayak yang bergerak, "beber Ratmi.

Menurut Ratmi, gerakan tanah di Kampung Cihantap terjadi pada pekan lalu yang dipicu longsor tebing yang berada di belakang pemukiman penduduk hingga menimbulkan retakan memanjang. Nyaris seluruh bagian rumah Ratmi rusak akibat bencana itu.

"Tembok kamar mandi, dapur, kamar tidur dan ruang tengah sudah retak. Lantai keramik ambles dan mengelupas, jadi enggak tenang di rumah juga, apalagi jika turun hujan, "lanjutnya.

Sementara itu, pantauan di lokasi, meski terancam bahaya, warga masih beraktifitas seperti biasa. Sebagai antisipasi jika terjadi gerakan tanah susulan, pihak desa sudah menyiapkan tempat relokasi sementara yang tak jauh dari pemukiman penduduk.




(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id