Koordinator Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) RT 04/002, Jayadi di Sekretariat RT 02/004, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 21 Januari 2019. Medcom.id/ Antonio.
Koordinator Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) RT 04/002, Jayadi di Sekretariat RT 02/004, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 21 Januari 2019. Medcom.id/ Antonio. (Antonio)

Penyebar Hoaks Ijazah Palsu Jokowi Jarang Bersosialisasi

hoax
Antonio • 21 Januari 2019 17:54
Bekasi: Umar Kholid Harahap, 28, tersangka penyebar hoaks ijazah palsu Presiden Joko Widodo dikenal jarang bersosialisasi. Selain itu, Umar juga tidak melaporkan diri saat tinggal di kontrakannya yang berada di RT 04/002, Kelurahan Bekasi Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat.
 
Koordinator Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) RT 04/002, Jayadi membenarkan bahwa pihak RT tidak mendapatkan laporan saat Umar mengontrak di wilayahnya.
 
"Sekitar tiga bulan di sini, enggak lapor ke RT," kata Jayadi di Sekretariat RT 02/004, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 21 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jayadi menjelaskan, pihaknya juga tidak tahu perihal sikap atau aktivitas politik Umar. Karena, dirinya tidak berkomunikasi secara intens dengan pria yang tinggal bersama anak dan istrinya itu.
 
"Dia enggak berlaku macam-macam,  karena masih baru juga disini. Ketemu sebulan sekali, waktu penagihan iuran aja," beber Jayadi.
 
Menurut Jayadi, Umar dikenal sebagai warga yang memiliki usaha penjualan Gypsum. Pria tersebut juga jarang berkomunikasi dengan warga. "Dia pergi pagi dan pulangnya malam, jadi kurang tahu persis (aktivitas di luar pekerjaan)," lanjut Jayadi.
 
Sebelumnya penyebar hoaks soal ijazah palsu Presiden Joko Widodo ditangkap Direktorat Cyber Bareskrim Polri. Pelaku bernama Umar Kholid Harahap, 28, ditangkap pada Sabtu, 19 Januari 2019.
 
"Saat ini masih diperiksa penyidik," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigen Dedi Prasetyo, Minggu, 20 Januari 2019. 
 
Umar menyebar informasi bohong soal ijazah palsu Presiden Joko Widodo ke akun Facebook. Tersangka mengaku mem-posting hoaks untuk mencari tahu kebenaran dokumen tersebut. 
 
"Barang bukti sedang diperiksa digital forensik," imbuhnya. 
 
Dari penangkapan tersebut, polisi menyita satu buah handphone, dua simcard, satu akun email, dan satu akun Facebook. Akibat perbuatannya, Umar dijerat Pasal 14 ayat 2, Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946, dan/atau Pasal 207 KUHP. 
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi