Diduga Korban Pembunuhan, Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Kali

Hendrik Simorangkir 08 November 2018 17:36 WIB
pembunuhan
Diduga Korban Pembunuhan, Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Kali
Ilustrasi Medcom.id/ Rakhmat Riyandi.
Tangerang: Jenazah pria tanpa identitas ditemukan mengambang di Kali Cadas Kukun, Kampung Pangodokan Cemara, Kelurahan Kuta Bumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Rabu, 7 November 2018. Pria tersebut diduga menjadi korban pembunuhan.

Jasad pria yang diperkirakan berusia 50 tahun itu ditemukan oleh Amin, 54, petugas keamanan setempat. Saat ditemukan, bagian tangan terikat dan ada luka sayatan pada leher. Penemuan ini langsung dilaporkan ke polisi.

"Tidak satupun warga mengenal pria itu. Saat ditemukan tidak ditemukan identitas dalam diri korban," ujar Amin, Kamis, 8 November 2018.


Mengetahui hal tersebut, polisi menyebarkan foto dan ciri-ciri korban ke media sosial, untuk mengetahui identitas korban. Uoaya tersebut membuahkan hasil beberapa jam kemudian.

"Beberapa jam usai membuat postingan, pada Rabu, 7 November 2018 sekitar pukul 21.00 WIB, keluarga korban atas nama Hedrison menghubungi kami dan mengonfirmasi bahwa ia adalah keluarga korban," kata Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif.

Sabilul mengatakan, keluarga korban bersama polisi kemudian datang ke RSUD Tangerang untuk memastikan jenazah korban. Setelah melihat jenazah secara langsung, lanjutnya, Hedrison memastikan bahwa korban adalah ayahandanya.

Sabilul menjelaskan, usai mendapat informasi dari keluarga korban, polisi langsung melakukan pendalaman. Polisi, berhasil menemukan mobil korban di wilayah Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Di dalam mobil korban, lanjutnya, ditemukan sebilah pisau dan bercak darah.

"Korban mengalami luka sayat di leher dengan wajah yang lebam. Tangan dan kaki korban juga terikat tali dengan pemberat," jelasnya.

Sabilul menambahkan, ada indikasi kuat korban dibunuh. Polisi memastikan akan mengungkap segala kemungkinan termasuk kemungkinan pembunuhan berencana bermotif dendam atau perampokan dalam waktu dekat.

"Kami terus melakukan penyelidikan dan dalam waktu dekat kami akan ungkap kasus ini," pungkas Sabilul.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id