Ilustrasi/Medcom.id.
Ilustrasi/Medcom.id. (ant)

12 Petugas KPPS di Jabar Meninggal Saat Pemilu

kampanye pileg pilpres 2019 pemilu serentak 2019
ant • 20 April 2019 13:28
Bandung: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menyatakan hingga Jumat, 19 April 2019, tercatat ada 12 orang petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang meninggal dunia terkait pelaksanaan Pemilu 2019. Ke-12 petugas KPPS itu tersebar sembilan kota/kabupaten di Jabar.
 
Ketua KPU Jawa Barat, Rifqi Ali Mubarok mengatakan pihaknya akan mengupayakan adanya santunan kepada keluarga petugas KPPS. Hal itu dilakukan meski tidak ada aturan yang mewajibkan KPU memberikan santunan kepada keluarga petugas KPPS. 
 
"Itu agak susah (memberikan santunan). Itu kan tidak mengenal santunan. Bahkan tadi kita sudah koordinasi dengan pemerintah provinsi, akhirnya kita upayakan ada santunan," kata dia. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Usai proses pemilu berakhir, lanjut dia, pihaknya akan mendata semua yang terkena musibah seperti meninggal dunia, baik di tingakt TPS, kelurahan atau kecamatan.    
"Saya mendapatkan data bukan hanya di tingkat TPS, tapi mungkin juga di tingkat kelurahan dan kecamatan. Jadi kami sedang mendata, dan coba koordinasikan dengan pemerintah provinsi," ucap dia.
 
Berikut adalah nama-nama 12 petugas KPPS di Jawa Barat yang meninggal. 
 
Kabupaten Purwakarta, yakni Deden Damanhuri (46 tahun) dan Carman (45 tahun). Penyebab kematian mengalami pecah pembuluh darah dan kondisi badan lemah.    Kabupaten Bandung, Indra Lesmana alias Alex (28 tahun), penyebab kematian awalnya mengeluh merasa mual/sakit.
 
Kota Bekasi Ahmad Salahudin, Ketua KPPS TPS 081 Kelurahan Kranji Bekasi Barat, penyebab kematian tertabrak truk.
 
Kabupaten Tasikmalaya, yakni H Jeje dan Supriyanto efek Kecapaian di TPS, mempunyai riwayat jantung karena kelelahan. Kabupaten Kuningan, yakni Nana Rismana karena kelelahan. Kabupaten Bogor Jaenal (56 tahun), yakni kelelahan saat mengambil logistik di gudang penyimpanan.
 
Kabupaten Karawang, yakni Yaya Suhaya diduga kelelahan. Kota Sukabumi, yakni Tatang Sopandi (48 tahun) demam setelah beberapa hari, sebelumnya aktif membantu sorlip di gudang logistik KPU Kabupaten Sukabumi, yakni Idris Hadi (64 tahun) dan Usman Suparman kelelahan pada saat P2S selesai (riwayat penyakit jantung).
 
Bandung: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menyatakan hingga Jumat, 19 April 2019, tercatat ada 12 orang petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang meninggal dunia terkait pelaksanaan Pemilu 2019. Ke-12 petugas KPPS itu tersebar sembilan kota/kabupaten.
 
Ketua KPU Jawa Barat, Rifqi Ali Mubarok mengatakan pihaknya akan mengupayakan adanya santunan kepada keluarga petugas KPPS. Hal itu dilakukan meski tidak ada aturan yang mewajibkan KPU memberikan santunan kepada keluarga petugas KPPS. 
 
"Itu agak susah (memberikan santunan). Itu kan tidak mengenal santunan. Bahkan tadi kita sudah koordinasi dengan pemerintah provinsi, akhirnya kita upayakan ada santunan," kata dia. 
 
Usai proses pemilu berakhir, lanjut dia, pihaknya akan mendata semua yang terkena musibah seperti meninggal dunia, baik di tingakt TPS, kelurahan atau kecamatan.    
"Saya mendapatkan data bukan hanya di tingkat TPS, tapi mungkin juga di tingkat kelurahan dan kecamatan. Jadi kami sedang mendata, dan coba koordinasikan dengan pemerintah provinsi," ucap dia.
 
Berikut adalah nama-nama 12 petugas KPPS di Jawa Barat yang meninggal. 
 
Kabupaten Purwakarta, yakni Deden Damanhuri (46 tahun) dan Carman (45 tahun). Penyebab kematian mengalami pecah pembuluh darah dan kondisi badan lemah.    Kabupaten Bandung, Indra Lesmana alias Alex (28 tahun), penyebab kematian awalnya mengeluh merasa mual/sakit.
 
Kota Bekasi Ahmad Salahudin, Ketua KPPS TPS 081 Kelurahan Kranji Bekasi Barat, penyebab kematian tertabrak truk.
 
Kabupaten Tasikmalaya, yakni H Jeje dan Supriyanto efek Kecapaian di TPS, mempunyai riwayat jantung karena kelelahan. Kabupaten Kuningan, yakni Nana Rismana karena kelelahan. Kabupaten Bogor Jaenal (56 tahun), yakni kelelahan saat mengambil logistik di gudang penyimpanan.
 
Kabupaten Karawang, yakni Yaya Suhaya diduga kelelahan. Kota Sukabumi, yakni Tatang Sopandi (48 tahun) demam setelah beberapa hari, sebelumnya aktif membantu sorlip di gudang logistik KPU Kabupaten Sukabumi, yakni Idris Hadi (64 tahun) dan Usman Suparman kelelahan pada saat P2S selesai (riwayat penyakit jantung).
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif