Kepala BPTJ Bambang Prihartono (kiri) dan Kepala Dishub Depok Dadang Wihana (kanan) usai ramcek di Terminal Jatijajar, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis, 2 Mei 2019. Medcom.id/ Octavianus Dwi Sutrisno.
Kepala BPTJ Bambang Prihartono (kiri) dan Kepala Dishub Depok Dadang Wihana (kanan) usai ramcek di Terminal Jatijajar, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis, 2 Mei 2019. Medcom.id/ Octavianus Dwi Sutrisno. (Octavianus Dwi Sutrisno)

BPTJ Tegaskan Bus Tanpa Stiker Tidak Layak Jalan

bus perawatan kendaraan
Octavianus Dwi Sutrisno • 02 Mei 2019 19:34
Depok: Badan Pengelolaan Transportasi Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (BPTJ) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok menggelar pengecekan kelayakan bus di Terminal Jatijajar, Kota Depok, Jawa Barat.
 
Pengecekan dilakukan, mulai dari kelengkapan dokumen hingga kondisi badan kendaraan untuk memastikan kesiapan armada bus ketika mengantar penumpang.
 
"Namanya merubah, pasti butuh proses dan harus perlahan-lahan. Kami bersama Dishub, tidak hanya memantau persiapan ini hanya karena menjelang Lebaran saja tetapi sifatnya rutin," kata Kepala BPTJ Bambang Prihartono di Terminal Jatijajar, Kota Depok, Kamis 2 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bambang menjelaskan, selama melakukan pengecekan masih ditemukan beberapa kendaraan yang tidak sesuai dengan standar operasional, seperti lampu kendaraan tidak lengkap dan alat pemadam api ringan (APAR) tidak tersedia.
 
"Beberapa kita lakukan Ramcek bersama, masih ditemukan kekurangan seperti ban tidak di vulkanisir, lampusering mati nyala ini karena pemilik bus abay. Semuanya kita list, kalau ada yang tidak lengkap kami berikan catatan," beber Bambang.
 
Bambang menegaskan, bus yang tidak lengkap tidak akan mendapat stiker khusus dari Dishub. Sebagai tanda bahwa kendaraan tersebut tidak lolos uji operasional.
 
Namun, menurut Bambang untuk saat ini belum ada sangsi penilangan. Untuk bus dengan kondisi fisik baik dan dinilai layak jalan, masih diperbolehkan mengangkut maupun menurunkan penumpang.
 
"Kalau di cek lengkap, langsung kita tempeli stiker. Dengan begitu, masyarakat harus mengerti bahwa bus tanpa stiker tidak dijamin keselamatannya oleh pemerintah. Hari ini dari enam kendaraan, tiga diantaranya sudah diberi stiker jadi sekitar 50 persen layak jalan," pungkas Bambang.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif