"Jika hujan besar, warga di sini segera memasang pintu darurat dari papan. Tingginya berbeda-beda. Pintu darurat itu dipasang di depan pintu rumah agar banjir tidak masuk ke dalam rumah," kata Samingin, warga RW.06, Baladewa, Kamis, 2 Maret 2017.
Menurut Samingin, Sungai Citepus selalu meluap setiap kali hujan deras karena adanya penyempitan kali. Selain itu, banyak sampah dari hulu yang terbawa aliran sungai.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Dulu lebar sungai di sini sekitar 5 sampai 6 meter. Sekarang menyempit menjadi sekitar 2 meter. Jadi, kalau air dari atas (hulu) deras, sampai ke sini akan meluap karena sungainya mengecil," jelasnya.
Samingin mengaku tidak bisa tenang setiap kali hujan turun. Bukan hanya dirinya, tapi juga ratusan warga Baladewa lainnya.
Tidak heran, jika sejumlah warga sengaja membangun rumah dua lantai. Sehingga, mereka dapat mengungsikan barang-barang berharga ke lantai atas tiap kali banjir datang.
"Ketinggian banjir bisa mencapai 50 centimeter hingga 60 centimeter. Rasa khawatir ada, tapi mau bagaimana lagi? Ini tempat tinggal satu-satunya," tuturnya.
Senada, Gina mengaku selalu bersiap tiap kali hujan turun. Ia dan keluarganya akan gotong royong memindahkan barang jika air sungai mulai naik.
"Kami juga selalu sedia tanah liat. Ketika hujan turun, langsung memasang pintu darurat dan menempelkan tanah liat agar air tidak masuk ke rumah," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(NIN)
