Tim Infeksi Khusus RSHS Bandung, Rudi Wicaksana, mengatakan Dede mengalami gangguan di organ ginjal, paru-paru, hati, dan otak. “Jadi, Dede meninggal karena kegagalan multiorgan,” ujar Rudi di Bandung.
Sebelum meninggal, Dede dibawa ke RSHS pada Kamis, 28 Januari, dan sempat mendapatkan perawatan di ruang Flamboyan. Rudi menuturkan tim medis telah melakukan usaha terbaik untuk menyembuhkan Dede. “Tapi pada 29 Januari kondisi organ vital dede semakin memburuk. Tuhan berkehendak lain meski kami sudah berusaha maksimal,” ucap rudi.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Pihak RSHS sendiri menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian Dede. Mereka juga mengatakan, setelah meninggal, jenazah Dede langsung dibawa oleh keluarga.
Dede merupakan penderita kutil raksasa atau Epidermodisplasia veruciformis dan giant cutaneous horn yang disebabkan oleh human papiloma virus (HPV)-2. Pada September 2015, ia sempat kembali dirawat di RSHS karena kutilnya kembali membesar.
Dede sempat menjalani operasi pengangkatan kutil pada 2007. Usai operasi itu, Dede sempat bisa beraktivitas normal. Namun, kemampuan tubuh Dede untuk menghasilkan imun terus menurun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
