NEWSTICKER
Petani garam di Desa Rawaurip Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat sedang memanen garam, Rabu, 3 Juli 2019. Medcom.id/ Ahmad Rofahan.
Petani garam di Desa Rawaurip Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat sedang memanen garam, Rabu, 3 Juli 2019. Medcom.id/ Ahmad Rofahan. (Ahmad Rofahan)

Ribuan Ton Garam Petani Cirebon Belum Laku

garam
Ahmad Rofahan • 03 Juli 2019 13:19
Cirebon: Petani garam di Cirebon, Jawa Barat belum bisa menjual ribuan ton garam. Ribuan ton garam tersebut saat ini masih disimpan di sejumlah gudang milik petani. Bukan hanya milik petani, garam milik para tengkulak juga masih banyak yang belum terjual.
 
Toto, 38, salah satu petani garam di Desa Rawaurip Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon mengatakan bahwa ribuan ton garam yang belum laku dijual merupakan garam hasil panen tahun lalu.
 
"Apalagi garam milik tengkulak, yang hampir setiap tengkulak masih memiliki ratusan ton garam," kata Toto di Cirebon, Jawa Barat, Rabu, 3 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Toto memastikan garam yang belum laku dijual mencapai ribuan ton. Hal tersebut dipastikan karena setiap petani masih memiliki simpanan garam sebanyak 20-50 ton garam.
 
Bukan hanya kesulitan menjual garam simpanan miliknya, Toto juga kesulitan untuk menjual garam yang baru saja dipanen. Walaupun sudah beberapa kali menawarkan ke tengkulak, namun tidak ada yang mau membelinya.
 
"Mungkin, karena punya tengkulak saja masih banyak yang belum terjual. Jadi mereka tidak mau membeli garam petani," jelas Toto.
 
Kesulitan menjual garam juga dirasakan Warpin, 46. Ia mengaku masih menyimpan garam hasil panen tahun lalu, mencapai 30 ton garam. Sampai ia kembali memanen garam, hasil garam tahun lalu masih saja belum laku terjual.
 
"Susah sekali menjual garam saat ini," ujar Warpin.
 
Warpin tidak mengetahui secara pasti penyebab sulitnya menjual garam milik petani. Ia khawatir, hal ini dikarenakan masuknya garam impor ke Indonesia. Oleh karena itu, Warpin berharap pemerintah lebih bijak dalam membuka kran impor garam.
 
"Utamakan milik petani dulu, jangan impor garam," harap Warpin.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif