Masih tingginya intensitas curah hujan mengakibatkan puluhan makam terancam longsor. Kondisi tanah yang miring membuat lahan pemakaman rawan terjadi tanah longsor susulan.
"Iya, ada satu makam yang tergerus. Jenazahnya ikut terbawa longsor. Tapi waktu itu langsung kami makamnya kembali," terang Enjang Sujana, 62, pengurus TPU Taman Bahagia, Kamis (6/10/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Meskipun hanya satu makam yang tergerus tanah longsor, kata Enjang, tetapi akibat kejadian itu sekitar 20 makam lainnya terancam. "Letak 20 makam itu berdekatan dengan lokasi tanah longsor," tuturnya.
Belum ada penanganan untuk mengantisipasi longsor susulan. Pasalnya, biaya untuk membuat tembok penahan tanah (TPT) sangat besar.
"Mudah-mudahan DPSPP (Dinas Pengelolaan Sampah Pertamanan dan Pemakaman) bisa segera mengalokasikan anggaran pembangunan TPT karena kami khawatir terjadi longsor susulan," jelasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan, mengaku terus meningkatkan pengawasan di setiap daerah menghadapi berbagai potensi kebencanaan bersamaan cuaca ekstrem.
Di sejumlah titik memang terjadi bencana tanah longsor meskipun dalam skala kecil. Misalnya seperti di Kecamatan Gunungpuyuh, Cikole, Lembursitu, maupun Baros.
"Kita terus lakukan upaya antisipasi saat cuaca ekstrem. Kami siagakan terus-menerus personel," jelas Asep.
BPBD mengimbau masyarakat agar selalu waspada dengan potensi kebencanaan, utamanya banjir genangan dan tanah longsor. BPBD juga mengarahkan masyarakat rutin membersihkan aliran sungai agar tak terjadi sedimentasi yang bisa menyebabkan banjir.
"Sejauh ini bencana alam di Kota Sukabumi masih didominasi tanah longsor dan banjir genangan. Selama tahun ini lebih kurang terjadi 34 kali bencana," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
