Petugas merazia sebuah panti pijat beberapa waktu lalu. Foto: Antara/Muhammad Deffa
Petugas merazia sebuah panti pijat beberapa waktu lalu. Foto: Antara/Muhammad Deffa (Jaenal Mutakin)

Warga Saritem Minta Karaoke dan Spa juga Ditutup

prostitusi
Jaenal Mutakin • 26 Mei 2015 15:45
medcom.id, Bandung: Warga Saritem, Kota Bandung, yang berunjuk rasa semalam hanya meminta kepolisian dan pemkot Bandung untuk berlaku adil.
 
"Tutup semua tempat hiburan yang berbau prostitusi, termasuk tempat karaoke dan spa," kata Agus, seorang warga, ditemui di kawasan Saritem, Selasa (26/5/2015).
 
Agus melihat tempat karaoke dan spa yang kedok untuk menutupi bisnis prostitusi di dalamnya. Untuk itu, Agus meminta kepolisian juga melakukan penutupan serupa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemarin, warga Saritem berunjuk rasa setelah Polrestabes Bandung membentangkan garis polisi terhadap sekitar 50 rumah di Saritem yang terindikasi menjadi tempat praktik prostitusi. Unjuk rasa mereda setelah polisi melepas segel 22 rumah.
 
Agus berharap polisi dan pemkot Bandung juga menyegel tempat hiburan lain yang berbau prostitusi.
 
Menanggapi keinginan warga Saritem ini, Kapolsek Andir, Bandung, Kompol Benny Bathara mengatakan pemkot Bandung tak pernah mengeluarkan izin untuk tempat prostitusi. "Izin Prostitusi itu ga ada. Masa prostitusi diberi izin," kata Benny.
 
Benny mengatakan polisi juga tak tutup mata dengan tempat karaoke dan spa yang nakal. "Warga Saritem tak tahu kalau kami juga merazia tempat hiburan malam lain. Kami akan terus merazia untuk memberantas prostitusi," katanya.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif