"Idealnya 80 ribu sumur resapan. Tapi sekarang baru ada sekitar 2.100 sumur resapan," kata Deddy Mizwar usai Rapat Koordinasi Tim Pembina dan Pengendalian Rehabilitaai Hutan dan Lahan di Wilayah DAS Citarum, Ciliwung, dan Cisadane, di Kantor Gubernur Jawa Barat, Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (24/11/2015).
Deddy mengatakan, ada berbagai kendala dalam pembuatan sumur resapan di antaranya soal dana. Sumur resapan ditargetkan dapat menampung 8 ribu meter kubik air per jam.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Selain masalah anggaran saya kira ada perubahan struktur, baik struktural atau kultural. Kalau lihat di sini, ada 6.100 hektare yang bersedia untuk ditanami," kata dia.
Menurut dia, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup mengucurkan dana sebesar Rp40 miliar untuk penanganan DAS Citarum. Dana itu digunakan untuk pembuatan DAM penahan, pengendali, serta sumur resapan.
"Untuk DAM pengendali ada di unit dua ordo atau di anak sungainya langsung. Sementara DAM penahan ada 150. Itu baru terealisasi 70 persen. Kita harapkan akhir tahun ini bisa 100 persen," ujar dia.
Lebih lanjut ia mengatakan dalam rakor tersebut juga dievaluasi program vegetasi dari Kementerian Lingkungan Hidup di DAS Citarum, Cisadane dan Ciliwung yang sudah mencapai 30 persen.
"Tapi untuk program fisiknya seperti DAM pengendali penahan dan sumur resapan sudah 70 persen. Kita harapkan di Desember nanti bisa selesai semuanya. Khusus untuk lahan 6.100 hektare yang ditanami kembali itu melibatkan 7 ribu masyarakat setempat di DAS Citarum, Cisadane dan Ciliwung," ujar dia.
Selain itu, lanjut Wagub Jabar, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan BBWS Citarum tentang pembangunan fisik penanganan DAS Citarum terlebih saat ini sudah memasuki musim hujan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(TTD)
