Petugas melakukan uji laboratorium pada sampel makanan untuk berbuka puasa di Bandung, MTVN - Octavianus
Petugas melakukan uji laboratorium pada sampel makanan untuk berbuka puasa di Bandung, MTVN - Octavianus (Octavianus Dwi Sutrisno)

Petugas Temukan Sirup Cincau Mengandung Pewarna Sintetis

razia makanan
Octavianus Dwi Sutrisno • 10 Juni 2016 18:38
medcom.id, Bandung: Balai Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) Bandung, Jawa Barat, menemukan mi basah dan air sirup cincau mengandung bahan kimia berbahaya. Padahal dua makanan itu digunakan warga untuk santapan berbuka puasa.
 
BPOM menemukan bahan tersebut di kawasan Pusdai Bandung, Jumat 10 Juni. Petugas menemukan mi basah mengandung formalin. Sedangkan cincau mengandung bahan pewarna sintetis berjenis Rhodamin B.
 
Kepala BPOM Bandung Abdul Rahim mengatakan melakukan uji laboratorium pada puluhan sampel dari beberapa pedagang. Hasilnya, mi basah kuning positif mengandung formalin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selain itu dari kasat mata, mi juga terlihat kuning dan kenyal," ungkap Abdul di depan Gedung Pusdai, Jalan Diponegoro Kota Bandung.
 
Pada temuan kedua, Abdul menuturkan petugas menemukan air sirup cincau berwarna merah yang positif berbahan zat berbahaya mengandung rhodamin B.
 
“Rhodamin termasuk dalam pewarna makanan yang berbahaya karena memang biasanya ada di jajanan sehingga berbahaya bila dikonsumsi. Memang sesuai aturan zat ini dilarang digunakan untuk makanan,” bebernya.
 
Selanjutnya, BPOM akan berkoordinasi untuk mencari asal mi basah dan cincau tersebut. Abdul juga masih perlu melakukan kajian sebelum menerapkan sanksi.
 
“Karena belum tentu si pedagang ini yang membuat nya sendiri. Bisa jadi dari orang lain makanya akan kita telusuri. Tapi tetap kita imbau mereka untuk tidak menjual makanan berbahaya seperti itu,” Tandasnya.
 
Abdul memaparkan, akan kembali melakukan sidak serupa dibeberapa titik pusat kuliner lain untuk memastikan makann yang dijual bebas dari zat berbahaya. Sesuai dengan rencana untuk satu bulan ini BPOM akan menggelar pengujian dua kali dalam seminggu.
 
“Tapi tak hanya di Kota Bandung saja beberapa daerah di Jawa Barat pun jadi pantau kita. Selain makanan untuk berbuka kita juga turut mengawasi makanan kadaluarsa di sejumlah minimarket,” pungkasnya.
 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif