Suasana persidangan gugatan jalan rusak di ruang persidangan Pengadilan Negeri Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa 19 Juli. (Foto:MTVN/Mulvi)
Suasana persidangan gugatan jalan rusak di ruang persidangan Pengadilan Negeri Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa 19 Juli. (Foto:MTVN/Mulvi) (Mulvi Muhammad Noor)

Gugatan Kasus Jalan Rusak Kabupaten Bogor Masuk Tahap Mediasi

jalan rusak
Mulvi Muhammad Noor • 19 Juli 2016 16:23
medcom.id, Bogor: Pengadilan Negeri Cibinong, menggelar sidang lanjutan gugatan jalan rusak yang diajukan sembilan warga Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Gugatan diajukan sebagai langkah hukum atas kekesalan warga terhadap jalan rusak di sejumlah titik di Kabupaten Bogor.
 
Sidang kedua beragenda penunjukan mediator ini dipimpin langsung Ketua Majelis Hakim Eko Julianto. Seluruh kuasa hukum dari tiga pihak tergugat hadir dalam persidangan. Adapun tiga pihak tergugat di antaranya Bupati Bogor Nurhayanti, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Edi Wardani, dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi.
 
"Majelis Hakim menunjuk hakim mediator Dio S Radu. Proses mediasi berlangsung selama 30 hari kerja dan bisa diperpanjang 30 hari berikutnya," kata Eko Julianto di ruang sidang Asikin, PN Cibinong, Jawa Barat, Selasa (19/7/2016). 
 
Majelis hakim memastikan kelengkapan berkas kuasa hukum penggugat maupun tergugat. Eko mengatakan, sidang lanjutan akan digelar pada Selasa 30 Agustus mendatang dengan agenda pembacaan hasil mediasi. 
 
Kuasa hukum penggugat Zentoni mengatakan, pihaknya akan memanfaatkan sebaik-baiknya masa mediasi yang diberikan majelis hakim. Mediasi diharapkan dapat mempercepat realisasi gugatan warga. 
 
"Gugatan akan kami cabut jika dalam masa persidangan pemerintah memperbaiki jalan rusak yang digugat. Itu lebih bagus, dan akan dibahas dalam mediasi nanti," kata Zentoni. 
 
Dia berharap para tergugat menghadiri agenda persidangan selanjutanya sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 tentang Mediasi. Hal itu dapat menunjukan komitmen dan iktikad baik dari pemerintah daerah dalam menanggapi gugatan warganya. 
 
Gugatan jalan rusak ini didaftarkan ke Pengadilan Negeri Cibinong pada Senin 6 Juni 2016 dengan nomor registrasi 140/Pdt.G/2016/PN Cbi. Majelis hakim sempat menunda sidang pertama pada 28 Juni, karena kuasa hukum para tergugat tidak melengkapi berkas-berkas. 
 
"Kami tidak menuntut pemerintah secara materiil atau imateriil. Namun lebih kepada perbaikan infrastuktur jalan rusak yang saat ini banyak ditemukan di Kabupaten Bogor," kata dia.
 
Kuasa hukum penggugat merinci sebanyak 16 titik terparah kerusakan jalan. Beberapa di antaranya tersebar di Kecamatan Bojonggede, Cibinong, Citeureup, Leuwiliang, Babakan Madang, Gunung Putri, Ciawi dan Cigombong. 

 

(TTD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif