"Biasanya, satu kali menangkap ikan bisa membawa 1 kwintal sampai 1 ton. Tetapi musim yang kurang menentu menjadikan penghasilan kurang. Beberapa nelayan masih memaksakan diri melaut demi memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Lilis Haryanti, bandar ikan di Pelabuhan Rancabuaya, Minggu 21 Mei 2017.
Anjloknya hasil penangkapan ikan tidak hanya dirasakan oleh nelayan Rancabuaya, tetapi juga nelayan di sepanjang pantai selatan Jawa Barat. "Sekarang ini nelayan kalah dengan musim hujan dan gelombang laut tinggi. Nelayan yang nekat melaut dari malam hari hingga siang hanya bisa menghasilkan 10 kilogram saja," papar Erwan, seorang nelayan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Saat ini, Erwan hanya bisa memperbaiki jaring sambil menunggu musim panas tiba. Menurutnya, kondisi air laut mulai stabil saat Ramadan.
"Biasanya kami bisa mendapatkan ikan tongkol, cumi-cumi, kerapu, teri, cakalang, kakap, kembung, tenggiri, belanak, makarel, baronang, bandeng, julung-julung, dan lobster. Kalau sekarang ini memang sulit didapatkan," tuturnya.
Ia berharap, penghasilan menangkap ikan saat Ramadan nanti bisa digunakan untuk membeli pakaian anak-anak. Namun, kondisi cuaca juga tidak bisa diprediksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(NIN)
