Budiyanto, 36, mengaku mengantongi kartu BPJS. Ia menggunakan kartu itu saat berobat di RSUD Cibabat, Kota Cimahi, Jabar. Pihak rumah sakit lalu menyatakan kartu milik warga RT 3 Desa Kertajaya itu palsu.
Budiyanto pun melaporkan hal itu ke Ade Rahman, Ketua RT 3. Ade pun mengaku heran dengan penuturan warganya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Saya heran saat warga mau menggunakan kartu BPJS Kesehatan tersebut ternyata palsu," kata Adeujar Ketua RT 3, Ade Rahman, Jumat (22/7/2016).
Ade mengatakan Budiyanto merupakan warga pemegang kartu BPJS Kesehatan kelas 3. Budiyanto membuatnya secara kolektif pada relawan kesehatan berinisial BN, delapan bulan lalu.
Sekali membuat kartu BPJS, warga membayar Rp100 ribu per orang. Keuntungan lain, janji BN pada warga, pemegang kartu tak perlu membayar iuran bulanan. Sebab kartu itu berlaku hingga dua tahun.
"Saat mau digunakan, Budiyanto yang terkena penyakit meningitis. Tapi di RS dia tidak terdaftar sebagai peserta BPJS," lanjut Ade.
Ade mengatakan BN menyebutkan program itu mendapat subsidi dari Dompet Duafha. Program itu dikhususkan untuk warga tak mampu.
BN juga mengatakan setiap RW mendapat jatah 8 hingga 10 orang untuk ikut dalam program tersebut. Uang pendaftaran dikumpulkan pada bendahara desa lalu diambil BN.
Ade mengatakan Desa Kertajaya memiliki 23 RW. Bila 10 orang di setiap RW mendaftar dalam program tersebut, Ade memprediksi 230 warga memegang kartu BPJS palsu.
"Bukan hanya Budiyanto, banyak warga yang mengeluhkan kartu BPJS itu tidak bisa digunakan. Padahal mereka sudah bayar Rp100 ribu untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan, " tuturnya.
Sementara itu Kepala Kantor Cabang BPJS Cimahi Yudha Indrajaya mengaku sudah mendapat laporan mengenai temuan itu. Ia pun akan menyelidiki laporan tersebut.
Yudha menduga BN merupakan calo. Lantaran itu ia mengingatkan warga untuk mendaftar BPJS Kesehatan tidak melalui calo.
"Saat ini kita pasang spanduk berupa imbauan agar peserta tak mendaftar lewat calo, pendaftaran bisa dilakukan secara langsung melalui kantor cabang atau online," jelasnya.
Yudha mengaku sudah melihat kartu tersebut. Secara kasat mata pun, kata Yudha, kartu itu palsu. Nimor register dalam kartu tak terdaftar.
"Mudah sekali untuk memastikan bahwa kartu itu palsu atau tidak. Setiap kartu BPJS yang asli tertera tulisan e-ID di atas pojok kiri kartu. Selain itu, dari sisi penulisan fasilitas kesehatan dan kelas rawat, yang asli itu ada spasinya. Kalau ini tidak ada," ungkapnya. (MI)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
