Pemilik uang misprint atau uang salah cetak yang dikeluarkan Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) itu banyak didatangi dan dihubungi para kolektor uang misprint.
"Ada beberapa orang yang menawar langsung ke rumah, bahkan ada juga yang menawar lewat telepon," kata dia kepada Media Indonesia, Sabtu (9/4/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Bahkan, tawaran yang datang berpuluh kali lipat dari nilai nominal uang itu. "Awalnya ada yang ingin membeli uang misprint pecahan Rp50 ribu dengan tawaran 10 kali lipat dari nilai uang itu," kata dia.
Sebelumnya, Teguh sempat disangka pengedar uang palsu ketika hendak bertransaksi di sebuah warung. Saat itu, Teguh hendak menukar barang dengan uang pecahan Rp50 ribu yang tidak memilik gambar pura dan pecahan Rp100 ribu yang terlihat luntur pada gambar bagian kepala proklamator.
Cornelius, seorang kolektor uang misprint, menyebutkan sempat menawar uang misprint yang dimiliki Teguh. "Saya menawar pecahan Rp50 ribu dengan harga Rp500 ribu, sementara untuk pecahan Rp100 ribu dengan tawaran Rp250 ribu," kata dia.
Dia mengatakan penggemar uang misprint memiliki komunitas tersendiri. Mereka selalu mencari informasi tentang peredaran uang salah cetak di masyarakat. "Bisa di-searching di Google atau Facebook Nunikmatik," ujarnya.
Menurut dia, nilai uang misprint yang dicari sesuai dengan keunikan atau fatalnya kerusakan dan kelangkaan uang tersebut. (Cikwan Suwandi)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
