Isak tangis keluarga almarhum mengiringi proses pemakaman. Jenazah dibawa dari rumah duka di Kompleks TNI AU, Cibaduyut, Bandung. Menurut keluarga, semula pemakaman akan dilakukan di taman makam pahlawan (TMP) Cikutra, Bandung. Namun sebelum meninggal almarhum sempat berpesan untuk dimakamkan di dekat rumahnya.
Istri Tatang, Tati Hayati (61), mengaku tidak ada firasat buruk sebelum almarhum meninggal. Di mata keluarga, Tatang merupakan sosk ayah yang bertanggung jawab, disiplin, dan tidak pernah mengeluh.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Tatang Koswara meninggal dunia, Selasa (3/3/2015) malam. Tatang mengalami serangan jantung setelah mengisi acara di salah satu stasiun televisi swasta. Almarhum meninggalkan seorang istri, empat anak, dan tujuh cucu.
Tatang merupakan penembak jitu (sniper) terbaik dunia asal Indonesia. Nama Tatang masuk dalam 14 besar urutan Sniper's Roll of Honour yang tercatat dalam buku Sniper Training, Techniques and Weapons (2000) yang ditulis Peter Brookesmith.
Di bawah komando Letnan Kolonel Edi Sudrajat kala itu, Tatang menjadi sniper yang masuk ke jantung pertahanan musuh pasukan fretilin saat perang di Timor Timur pada 1977-1978. Tatang pernah mendapat ranking tiga saat mengikuti pendidikan sniper dari Kapten Conway anggota Green Barets Amerika Serikat pada 1973.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(TTD)
