Warga menembus banjir di Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat -- MI/Ramdani
Warga menembus banjir di Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat -- MI/Ramdani (Octavianus Dwi Sutrisno)

Alasan Warga Bertahan di Lokasi Rawan Banjir

banjir
Octavianus Dwi Sutrisno • 05 April 2017 15:58
medcom.id, Bandung: Lima kecamatan di wilayah Bandung Selatan hingga saat ini masih masuk dalam lokasi rawan banjir. Warga di Kecamatan Andir, Dayeuh Kolot, Cieunteung, Bojongsoang, dan Kecamatan Baleendah mengaku sudah lelah menjadi korban banjir, tapi mereka masih enggan pindah.
 
Endah, 55, warga Kampung Cieunteung RT.04 RW.20, Kecamatan Baleendah, mengatakan, lahan miliknya akan dibeli Pemerintah Kabupaten Bandung. Ia enggan pindah karena masih menunggu pencairan uang pengganti lahan yang dijanjikan akan cair setelah dua minggu.
 
"Pada 20 Maret 2017 kami sudah rapat. Sebagian dapat surat ketentuan harga rumah dan tanahnya, yang lain masih menunggu surat itu," kata Endah di rumahnya, Rabu, 5 April 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Endah, ia dan keluarganya masih bisa bertahan di lantai dua rumahnya sembari menunggu pencairan uang. "Habis mau ke mana lagi? Kita inginnya segera cair uangnya, biar bisa pindah. Karena dapat kloter kedua, ya sudah tunggu saja," bebernya.
 
Senada, Ujang, warga RT.02 RW.02 Kampung Cieunteung, mengatakan jika sebagian warga sudah memperoleh surat penjualan rumah dan tanah dengan harga yang sudah ditentukan Pemkab Bandung. Namun, warga belum mendapat kepastian kapan uang dari pemerintah sampai ke tangan mereka.
 
"Sampai saat ini kita belum terima, ya kita mempertanyakan kapan uangnya cair, biar kita bisa segera mencari rumah. Asal sudah ada uangnya, kita cepat cari dan membangun rumah, tidak seperti sekarang menunggu dalam banjir seperti ini," paparnya.
 
Ujang mengatakan, masih banyak warga yang bertahan dalam kondisi banjir. Sebagian warga bertahan di lantai atas rumahnya. Sebagian lagi, memilih bertahan di pengungsian.
 
"Mereka yang mengungsi itu karena tidak bertingkat rumahnya," tandasnya.
 
Alasan Warga Bertahan di Lokasi Rawan Banjir
Warga Andir korban banjir berada di lokasi tempat pengungsian di Aula Inkanas Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat -- ANT/Fahrul Jayadiputra
 
Namun, ada juga warga yang tidak mau pindah. Seperti yang dikataka Usron, 60, warga Kampung Andir, Baleendah.
 
"Pindah ke mana? Kita dari lahir sudah di sini dan kalau pindah kan harus adaptasi lagi," tandasnya.
 
Usron menerangkan, dirinya hanya menginginkan solusi dari pemerintah agar meminimalisir banjir. "Kita sudah sempat unjuk rasa ke Pemkab Bandung pada 31 Maret agar pemerintah bisa cepat memberikan solusi banjir, seperti pembuatan danau retensi atau pembagian alur Sungai Citarum. Ini kami harapkan bisa menjadi solusi banjir," pungkasnya.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(NIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif