NEWSTICKER
Puluhan orang tua siswa melakukan unjuk rasa dengan cara menabur bunga di depan gerbang kantor Wali Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Rabu, 3 Juli 2019. Medcom.id/ Roni Kurniawan.
Puluhan orang tua siswa melakukan unjuk rasa dengan cara menabur bunga di depan gerbang kantor Wali Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Rabu, 3 Juli 2019. Medcom.id/ Roni Kurniawan. (Roni Kurniawan)

Keluhkan Zonasi, Warga Bandung Unjuk Rasa di Kantor Wali Kota

PPDB 2019
Roni Kurniawan • 03 Juli 2019 12:58
Bandung: Puluhan orang tua siswa melakukan unjuk rasa dengan cara menabur bunga di depan gerbang kantor Wali Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Rabu, 3 Juli 2019. Mereka mengeluhkan sistem zonasi yang diterapkan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019.
 
Mayoritas orang tua yang melakukan aksi tersebut membawa anaknya yang hendak masuk ke Sekolah Menengah Pertama (SMP). Para orang tua mengatakan akibat sistem zonasi anaknya terancam tak bisa melanjutkan sekolah karena tidak masuk ke sekolah tujuan.
 
"Sudah jelas jadi korban zonasi, karena sampai saat ini belum jelas dapat sekolah di negeri atau swasta. Banyak juga sampai saat ini belum tertampung di sekolah negeri atau swasta," kata ketua Forum Masyarakat Peduli Pendidikan Ilas Dewanti di sela-sela aksi di lokasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam aksi tersebut, para orang tua dan anak membawa kertas yang bertuliskan berbagai keluhan. Salah satu keluhkan yang ditulis dalam kerta yang dibawa oleh anak-anak yakni "bagaimana anak kami mengejar cita-cita sampai ke negeri Cina kalau zonasi yang dipakai,"
 
Menurut Ilas, banyak calon siswa yang tidak dapat masuk ke sekolah negeri dan mencoba masuk ke sekolah swasta. Namun mendapati penolakan terutama yang menggunakan jalur Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) atau pun akademis.
 
"Itu juga mereka sudah berupaya, mereka semua sudah mengupayakan tapi ternyata ditolak," ungkap Ilas.
 
Bahkan para orang tua telah mencoba untuk mendapatkan rekomendasi dari Komisi D DPRD Kota Bandung. Akan tetapi hal itu tak membuat mereka mendapatkan kesempatan untuk anaknya menimba ilmu di sekolah swasta.
 
"Rekomendasi dari Ketua Komisi D (DPRD Kota Bandung) pun ditolak di sekolah swasta. Jadii tidak mungkin juga kan kita membiarkan masyarakat apalagi yang kurang mampu mereka tidak mendapatkan pendidikan," beber Ilas.
 
Ilas berharap Pemerintah Kota Bandung bisa menjembatani calon siswa yang hendak melanjutkan pendidikan. Hingga kini perwakilan orang tua pun tengah melakukan audensi dengan perwakilan dari Pemkot Bandung di balai kota.
 
"Tuntutan kita semua hari ini semua masyarakat yang hadir hari ini itu diakomodir di sekolah negeri, karena kalau di sekolah swasta mereka harus membayar dengan sangat mahal," tandas Ilas.

 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif