"Saya sudah semester 5, sebentar lagi wisuda. Dengan adanya status kampus saya yang di nonaktifkan oleh Dikti, khawatir ijazahnya tidak berlaku," kata Siti Rojiah, Mahasiswi Kebidanan STIKes Cirebon, saat ditemui Metrotvnews.com, di kampus STIKes Cirebon, Jawa Barat, Rabu (7/10/2015).
Siti mengaku sering ditanyai soal status kampusnya itu. Ia mengaku sedih dengan anggapan masyarakat bahwa kampusnya tak mengantongi izin atau ilegal.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Banyak juga yang nanya, kenapa kuliah di STIKes? Kan sudah dinonaktifkan," ujar dia.
Baca: Ini Daftar 243 Perguruan Tinggi yang Dinonaktifkan
Siti pun khawatir nasib kampusnya serupa dengan kampus lain yang pernah digerebek Dikti lantaran berstatus nonaktif saat menggelar wisuda. Dia berharap pihak kampusnya segera menyelesaikan hal-hal yang dilanggar agar Dikti segera mengaktifkan kembali status STIKes Cirebon.
"Pengennya cepat cepat aktif lagi. Biar enggak khawatir," kata dia.
Baca: Ini Daftar 27 Perguruan Tinggi di Jawa Barat yang Dinonaktifkan
Meski berstatus nonaktif, STIKes Cirebon tetap menggelar kuliah seperti biasa. "Kami belum mendapatkan surat resmi dari Dikti terkait penonaktifan ini. Makanya, hari ini saya mau ke Kopertis Jabar dan lanjut ke Dikti untuk menanyakan tentang permasalahan apa yang menjadikan kampus kami dinonaktifkan," kata Ketua STIKes Cirebon, Firman Ismana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(TTD)
