Bencana longsor di Garut. (ANT/Feri Purnama)
Bencana longsor di Garut. (ANT/Feri Purnama) (Latief Rochyana)

BPBD Garut Sebut Garut Minimarket Bencana

bencana alam
Latief Rochyana • 11 Januari 2016 10:10
medcom.id Garut: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut mencatat, sepanjang 2015, Kabupaten Garut, Jawa Barat di hadapkan dengan sejumlah bencana alam yakni 16 kali kebakaran hutan, 56 bencana longsor dan 9 titik retakan tanah yang tersebar di beberapa Kecamatan. Hingga BPBD Garut menobatkan Garut sebagai minimarket bencana.
 
"Kita tak menutup mata kalau di Garut ini sering terjadi bencana, seperti tahun lalu kebakaran hutan, kebakaran pasar, bencana longsor dan retakan tanah, apalagi di Garut bagian selatan kita kan punya pantai, ini menjadi ancaman terjadinya tsunami, belum juga kita punya dua gunung berapi yang berbahaya seperti Papandayan dan Gunung Guntur, makanya tak salah kalau saya mengatakan Garut ini minimarketnya bencana," Kata Dadi. kepada Metrotvnews.com, Senin (11/1/2016).
 
Dedi menambahkan, pada 2016 ini untuk mengantisipasi bencana pihkanya telah melakukan langkag preventif untuk penanggulangan bencana. Anggaran miliaran dari APBD Garut pun, disiapkan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami tetap siap siaga, untuk pencegahan juga antisipasi bencana dan ini kami lakukan pada musim apapun harus preventif dalam penanggulangan bencana. Berkaitan dengan anggaran untuk penanggulangan bencana, telah di putuskan dalam APBD Garut tahun ini dengan alokasi dana sebesar Rp1,7 M," tambah Dadi
 
Dia pun menyebutkan, selain usaha-usaha tersebut, saat ini pihaknya tengah memasang alat deteksi longsor di tiga lokasi yakni di Kecamatan Pakenjeng, Cilawu, dan Kecamatan Talegong. Selain itu, BPBD Garut juga membuka layanan SMS Center 081224111007 atau Pusdalop 0262-242746 berlaku 7 hari 24 jam. 
 
"Jika terjadi atau baru dimungkinkan adanya bencana maka segera melaporkannya kepada kami, atau bisa terlebih dahulu koordinasi dengan pemerintah setempat baik camat atau kepala desa," Pungkasnya. 
 
Di tempat terpisah, Camat Talegong Caca Rifa'i mengaku, kalau di wilayahnya telah terjadi retakan tanah yang mengancam lebih dari 20 rumah penduduk. "Beberapa hari yang lalu di Desa Mekarmukti terjadi retakan dan anjloknya tanah sepanjang lebih dari 250 meter dengan tinggi retakan 25 sentimeter," Kata Caca, Senin (11/1/2016) pagi.
 
Dia mengatakan, penanganan sementara saat ini adalah mengupayakan par akorban longsor untuk sementara pindah ke tempat yang lebih aman. "Sedangkan tindak lanjut berikutnya terutama antisifasi dan penanggulangan bencana longsor, pihak kami tengah berkoordinasi dengan semua unsur dan saat ini sedang ditangani oleh BPBD Garut," katanya. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif