Ade Somantri, ayah kandung Arya, mengaku anaknya tak bisa tidur saat malam hari. Arya suka minta minuman manis sebelum tidur.
"Sehari semalam, dia bisa minum 20 gelas lebih," kata Ade saat mengantar Arya untuk menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Jawa Barat, Senin (11/7/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Ade menuturkan Arya lahir dengan bobot normal yaitu 3,8 Kg. Namun bobotnya naik drastis saat ia berusia hingga lima tahun.
Yang parah, kata Ade, saat Arya berusia delapan tahun. Bobot tubuhnya terus meningkat.
Sebelum menjalani tindakan medis, putra bungsu pasangan Ade dan Rokayah itu bisa makan hingga lima kali sehari. Hingga bobot tubuhnya mencapai 192 Kg.
Tapi, lanjut Ade, Arya bukan bocah manja. Arya tetap beraktivitas tanpa bantuan orang lain. Misalnya buang air.
"Duduk dia masih bisa, cuma ya itu tadi kalau jalan dia suka mengeluh sesak napas. Ya mungkin karena berat badannya itu jadi cepat capek," ujar Ade.
Arya termasuk siswa berprestasi. Ia meraih peringkat 1 saat masih duduk di bangku kelas 1 dan 2 SD. Tapi lantaran bobot badannya berlebih, Arya berhenti sekolah.
"Sekarang enggak bisa sekolah, rencananya guru akan mendatangi Arya supaya
Arya bisa terus bersekolah," kata dia.
Arya merupakan bocah asal Purwakarta yang mengalami kegemukan. Petugas medis membawa Arya ke RSHS untuk mendapatkan penanganan medis.
Selain orangtua, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Alma Lucyati turut mendampingi Arya ke RSHS. Arya langsung dibawa ke Ruang Kenanga lantai II untuk memulai penanganan medis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
