Adalah Profesor Surya Pernawa, 76, yang membuat patung itu sebagai bentuk penghormatannya pada Sang Proklamator. Setelah memakan waktu kurang lebih tiga bulan, patung itu pun diletakkan di belakang bekas ruangan tahanan Soekarno.
"Proses pembentukan satu sampai dua bulan, sedangkan pengecoran satu bulanan. Kurang lebih total tiga bulanan," ujar Surya, Selasa (21/4/2015).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Pria lulusan Seni Rupa Institut Teknologi Bandung tahun 1960 itu mengaku sengaja membuat patung tersebut. Posisi patung sedang duduk. Mimiknya Sang Proklamator yang sedang berpikir dan menulis.
"Orang yang menulis biasanya sambil berpikir. Kalau berpikir biasanya sambil duduk. Nah patung itu dibuat untuk menggambarkan saat Bung Karno membuat tulisan saat di dalam penjara," tuturnya.
Surya mengaku membuat patung seberat 150 kilogram itu dengan sangat hati-hati. Dia harus memahami spirit perjuangan Soekarno untuk diungkapkan kedalam patung.
"Paling susah itu membuat mimik mukanya, kita harus pahami betul spirit perjuangan Bung Karno. Kalau tongkrongan sedang duduk sih gampang," terangnya.
Surya menambahkan patung berbahan dasar perunggu ini digagas oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Namun proses pembuatannya yang memakan banyak waktu mengakibatkan penyelesaiannya terlambat. Sehingga baru saat ini patung diletakkan di Situs Penjara Banceuy.
"Patung ini gagasan dari Pak Wali dalam rangka 100 hari masa kepemimpinannya. Tapi waktu itu ada beberapa hal yang membuat prosesnya terlambat. Baru sekarang bisa beres. Sekaligus menjelang puncak KAA nanti di sini (Bandung)," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
