Nel misalnya, penumpang yang hendak menuju Surabaya ini terus sibuk menerima panggilan dari sanak famili. Nel menyebut, keluarga khawatir dengan keadaannya saat mendengar kabar kecelakaan kereta di Cirebon itu.
“Ini masih telepon terus dari tadi. Keluarga di Jember pada cemas, apalagi saya berada di gerbong eksekutif 1,” kata Nel saat berbincang di Stasiun Waduwuhur, Cirebon, Minggu (24/5/2015).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Nel bercerita, kecelakaan terjadi saat petugas kereta membagikan selimut kepada penumpang. Tiba-tiba, terdengar suara gemuruh yang diikuti padamnya lampu di gerbong penumpang.
“Semua menjerit, lampu kemudian padam dan keluar asap,” Jelas Nel
Penumpang memecahkan kaca jendela untuk dapat keluar dari gerbong kereta. Penerangan seadanya dari telepon genggam pun digunakan karena lampu di kereta padam.
“Asal raba dan menggunakan cahaya seadanya. Kita bawa barang-barang keluar dan dievakuasi ke Stasiun Waruduwur,” tutur Nel.
Seperti diketahui, Kereta Bangunkarta jurusan Jakarta-Semarang-Surabaya mengalami kecelakaan di Stasiun Waruduwur, Cirebon. Kereta penumpang ini menabrak sebuah kereta barang yang sedang berhenti di stasiun.
Tabrakan terjadi sekitar pukul 18.45 WIB. Tabrakan ini membuat dua penumpang KA Bangunkarta dilarikan ke rumah sakit.
Tabrakan ini menyebabkan seluruh perjalanan kereta dari dan menuju Jakarta terhenti. Empat jalur rel kereta api tertutupi lokomotif kereta barang yang terjungkal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(DRI)
