medcom.id, Bandung: Kota Bandung kembali meraih Piala Adipura untuk kedua kali secara beruntun 2015 dan 2016 dalam kategori kota metropolitan. Namun penghargaan bidang kebersihan kategori kota metropolitan itu tak serta merta menjadikan ibu kota Provinsi Jawa Barat itu bebas dari berbagai masalah kebersihan dan pengelolaan lingkungan.
"Tidak betul kalau memandang Bandung sudah perfect, tapi keliru jika menganggap tidak ada perubahan. Kalau selalu ada komentar buruk enggak masalah tapi kami tidak akan terlalu bagaimana karena di mana ada kekurangan kami perbaiki," kata Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui di kampus Universitas Pembangunan, Jalan Halimun, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (25/7/2016).
Menurut pria yang akrab disapa Emil, itu Piala Adipura yang diraih Kota Bandung merupakan ukuran keberhasilan dari semua pihak. Emil mengklaim penghargaan itu menjadi bukti terjadi perubahan di Kota Bandung dalam dua tahun terakhir di bawah kepemimpinannya.
"Alhamdulillah, ini kali kedua Kota Bandung dapat Adipura. Ini menunjukkan ada konsistensi dan perubahan walaupun masih ada hal yang kurang," kata dia.
Emil mengaku, saat ini pihaknya fokus membenahi sungai guna meminimalkan banjir serta genangan air yang kerap terjadi saat hujan mengguyur Kota Kembang. Selain itu, pengelolaan sampah pun menjadi perhatian Pemkot Bandung terlebih saat ini masih mengandalkan tempat pembuangan akhir (TPA) Sarimukti yang berada di kawasan Kabupaten Bandung Barat (KBB).
"Target tahun ini sampai akhir tahun difokuskan di sungai. Kalau itu beres, tambah PLTSA sebagai ujung dari akses sistem persampahan," imbuh dia.
Meski demikian, Emil siap menerima kritik dan saran terkait pembenahan Kota Bandung yang lebih baik lagi. "Jadi bagi pengkritik dari mana saja kami terima lapang dada. Tapi kami akan buktikan dengan kerja bukan dengan bantah-bantahan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(TTD)
